Aksi Damai Gejayan Memanggil

oleh -427 Pembaca
Aksi #GejayanMemanggil di pertigaan Gejayan, Senin 30 September 2019.

AKSI kedua #GejayanMemanggil di Yogyakarta, Senin 30 September 2019, berlangsung damai. Massa dari mahasiswa berbagai kampus, pelajar dan aktivis melebur, bersatu di pertigaan Jalan Gejayan.

Massa aksi mengawali aksinya dengan berjalan kaki, long march, dari Kampus UGM dan UIN Sunan Kalijaga, sekitar pukul 12.00 WIB. Sepanjang jalan mereka mengaungkan yel-yel protes dan juga bersama-sama menyanyikan Darah Juang.

Sejak Senin pagi, massa melakukan persiapan atribut seperti baliho.

Pekik lantang diserukan para aksi unjuk rasa.  Mereka berbaris rapi, tak anarkisme. Malah menjaga kebersihan.

Setibanya di pertigaan Gejayan, suara massa kian menggema. Menyerukan protes terhadap sejumlah rancangan perundang-undangan yang dianggap kontroversial dan mengancam kebebasan berekspresi, berpendapat dan demokrasi.


Massa aksi mengusung berbagai poster.

Massa menyatakan sikap menolak rancangan Undang-Undang Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Keamanan dan Ketahanan Siber, RUU Minerba.

Meminta dilakukan revisi pasal-pasal dianggap bermasalah dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan meninjau pasal-pasal tersebut dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil.

Masa berjalan kaki menuju kawawan Gejayan.

Massa aksi juga mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual, dan meminta Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang KPK.

Aksi #GejayanMemanggil kedua ini berlangsung aman dan tertib hingga aksi usai, Senin sore kemarin.

Naskah dan foto: Hasby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *