Antisipasi Bencana Alam di Karo, Apel Gelar Pasukan Digelar

oleh -244 Kali Dibaca
Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R. Hutajulu bersama Sekda Karo Kamperas Purba memeriksa personel pada Apel Gelar Pasukan Aman Nusa II Toba 2020 menghadapi kontinjesi bencana yang digelar di markas Polres Tanah Karo, Kamis 9 Januari 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –  Dalam mengantisipasi terjadi bencana alam di tahun 2020, Kepolisian Resor Tanah Karo bersama TNI, BPBD Karo melaksanakan Gelar Apel Pasukan menghadapi kontijensi bencana. Gelar pasukan dilaksanakan di markas Polres Tanah Karo, Kamis 9 Januari 2020.

Apel Gelar Pasukan dipimpin Kapolres Karo AKBP Benny R. Hutajulu yang diikuti 500 personel dari Polres Tanah Karo, Kodim 0205/TK, Bataliyon 125/Simbisa, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, dan Basarnas.

AKBP Benny mengatakan, gelar apel pasukan dilaksanakan bertujuan untuk mengecek kesiapan personel untuk penanggulangan bencana.

“Maksud apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personel dan perlengkapan serta menghimpun kekuatan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan instansi lainnya untuk turut serta berpartisipasi dalam upaya penanggulangan bencana,” kata AKBP Benny.

Baca Berita:

Bupati Karo Merespons Tawaran Kerja Sama Adventist Hospital Penang

Kapolres Tanah Karo Copot Kapolsek Payung

Wilayah Kabupaten Karo dinilai cukup rentan akan bencana alam seperti tanah longsor, letusan Gunung Api Sinabung, dan kebakaran hutan, serta lainnya.

“Maka dari itu, amat sangat diperlukan adanya koordinasi dan kerja sama yang baik semua unsur yang berkaitan dengan penanggulangan bencana,” ujar Benny.

Kapolres berharap seluruh stakeholder yang berkompeten dalam penanggulangan bencana agar terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana, pengintegrasian penanggulangan bencana di semua lini dari tingkat desa, kelurahan hingga kabupaten.

“Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan gabungan penanggulangan bencana,” katanya.

Kapolres menyatakan, perlunya edukasi tentang penanggulangan bencana kepada masyarakat, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana yang akan terjadi. Selain itu, penting meningkatkan kualitas data, informasi, dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan peralatan teknologi informasi dan komunikasi. Menetapkan regulasi dan melaksanakan pengurangan risiko bencana melalui peraturan daerah, memberikan kemudahan bagi keterlibatan swasta dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *