Banjir Bandang dan Longsor di Luwu, 12 Ribu Warga Terisolir, 3 Orang Hilang

oleh -120 Kali Dibaca
Salah satu rumah warga terdampak tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu 3 Oktober 2021. [Foto BNPB]

RIENEWS.COM – Sebanyak 12.000 warga di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terisolir dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda enam kecamatan di Luwu. Sedangkan jumlah korban hilang hingga saat ini dilaporkan 3 orang.

Peristiwa bencana alam di Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lemasi dan Lemasi Timur, Kabupaten Luwu terjadi Minggu sore, 3 Oktober 2021.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari membantah informasi yang menyebutkan sebanyak 28 orang hilang dalam kejadian bencana hidrometeorologi tersebut.

“Terkait kabar tersebut, BPBD Kabupaten Luwu memastikan bahwa informasi itu adalah tidak benar. Guna menghindari adanya berita yang tidak benar yang dapat menimbulkan keresahan, masyarakat diharapkan dapat memperbarui informasi terkait peristiwa banjir bandang dan tanah longsor dari instansi terkait yang berwenang,” kata Muhari, Senin 4 Oktober 2021.

Baca Juga:

Bupati Karo Lantik 45 Pejabat Pemkab Karo

Percepat Vaksinasi Covid-19, Kapolres Tanah Karo Bentuk Tim Vaksinator

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi bencana banjir susulan, mengingat aliran Sungai Batusitanduk masih tertutup pohon dan timbunan tanah di bagian hulu sungai.

Muhari mengungkapkan, hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Luwu, memicu meluapnya Sungai Batusitanduk sehingga menyebabkan banjir bandang.

“Selain banjir bandang, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah tersebut. Pendataan sementara oleh BPBD Kabupaten Luwu, banjir bandang dan tanah longsor berdampak di enam kecamatan,” kata Muhari.

Sementara korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor 127 jiwa. “Yang mana 27 warga mengungsi di Kecamatan Walerang Utara dan 100 warga mengungsi di masjid yang berada di Kecamatan Walenrang Timur. Selain itu, ada sebanyak 12.000 jiwa terisolir di Kecamatan Walenrang Barat,” ungkap Muhari.

Dikatakannya, BPBD Kabupaten Luwu juga melaporkan bahwa ada empat orang hilang atas peristiwa tersebut. “Satu telah ditemukan dalam kondisi selamat dan tiga lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, ada 20 orang yang sebelumnya dirawat secara intensif di Puskesmas Lamasi kini telah kembali ke kediaman masing-masing,” imbuh MUhari.

Berdasarkan catatan sementara BPBD Kabupaten Luwu, dampak bencana  menyebabkan empat unit rumah rusak berat, dua unit rumah hanyut, dan 60 unit rumah terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 1-3 meter.

“Dalam upaya percepatan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut, BPBD Kabupaten Luwu telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama-sama tim gabungan membantu warga untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Muhari.

Bantuan logistik dan peralatan, menurut Muhari, telah didistribusikan BPBD Kabupaten Luwu kepada para penyintas.

“Kendati demikian, tenda pengungsi dan logistik lainnya masih menjadi hal yang sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca bahwa hujan lebat dengan disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan hingga Senin 4 Oktober 2021.

BMKG juga menyatakan bahwa wilayah Sulawesi Selatan masuk dalam kategori ‘waspada’ terkait potensi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

“Menindak lanjuti adanya prakiraan cuaca tersebut, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan telah meneruskan informasi peringatan dini kepada BPBD kabupaten/Kota dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca,” imbuh Muhari. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *