Bupati Karo Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19

oleh -101 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana menggelar rapat internal penyusunan keanggotaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Senin 16 Maret 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Bupati Karo Terkelin Brahmana membentuk keanggotan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 untuk Kabupaten Karo.

Penyusunan sementara keanggotaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 dilakukan dalam rapat yang digelar Bupati Karo Terkelin Brahmana, Senin 16 Maret 2020, di Kantor Bupati Karo. Rapat dihadiri Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang, Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina Meliala, Direktur RSUD Kabanjahe Arjuna Wijaya dan pimpinan SKPD dan OPD Pemkab Karo.

“Kita sudah ada  hasil konsep susunan keanggotaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona terdiri dari; Pengarah; Bupati /Wakil Bupati; Sekretaris; Dandim; Kapolres; Asisten Bidang Pemerintahan; Kaban Kesbang; Dinas Kesehatan; Dinas keuangan. Sedangkan pelaksana/secretariat; Ketua Kepala BPBD; Wakil Ketua 1 Pasi  Operasi Tentara Nasional Indonesia; Wakil Ketua 2 Kabag Operasi Kepolisian RI. Untuk Anggota; (1) unsur bagian pemerintahan dan pembangunan; (2) unsur Dinas Kesehatan; (3) unsur Dinas Perhubungan; (4) Komunikasi dan Informatika; (5) unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; (6) unsur Kementerian Agama; (7) unsur BPBD; (8) unsur TNI; dan (9) unsur Kepolisian RI,” kata Terkelin.

Baca Berita: 

Cegah Virus Corona, Pemkab Karo Sidak Perusahaan Pekerjakan TKA

Legiun Veteran Karo Gelar Upacara HUT ke-63 Tahun di Makam Pahlawan

Ditegaskan Terkelin, susunan keanggotaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 tersebut belum final.

“Susunan ini  belum final karena belum hadir semuanya, baik Forkopimda dan stakeholder lainnya. Untuk itu Asisten II dan Kalak BPBD segera undang besok (Selasa, 17 Maret 2020), rapat lanjutan. Tentu ini sangat penting ke depan sebab untuk penanganan virus corona, baik segi teknis dan segi dana harus kita tuangkan dalam bentuk surat keputusan bupati agar semua yang terlibat di dalam  dapat secara maksimal bekerja dengan regulasi,” ujar Terkelin.

Direktur RSUD Kabanjahe Arjuna Wijaya menepis informasi adanya pasien terpapar virus corona di rumah sakit tersebut.

“Bahwa ada beredar isu pasien yang terpapar di RSUD kabanjahe. Saya tegaskan bahwa ini adalah hoaks.  Yang ada, Minggu (15 Maret 2020), ada pasien perempuan inisial PAS (25 tahun) warga Paribun Toba, Kecamatan Simalungun yang kesehariannya sebagai guide, berobat ke Puskesmas Merek dan dirujuk ke RSUD Kabanjahe. Namun ada satu alat yang belum kita miliki, RSUD Kabanjahe mengirimkan ke RS Adam Malik Medan untuk dicek lebih lanjut. Hasilnya, setelah saya kontak dengan pihak RS Adam Malik maka yang bersangkutan (PAS) tidak terpapar virus corona, sebagaimana isu yang berkembang dan dia sudah pulang ke Paribun Toba,” tegas Arjuna. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *