Bupati Karo dan Kepala BBPJN II Medan Tinjau Drainase Tersumbat

oleh -191 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana menyimak penjelasan dari Kepala BBPJN II Medan Selamat Rasidi Simanjuntak dalam mengatasi banjir di jalan nasional kawasan Desa Raya, Berastagi. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Selamat Rasidi Simanjuntak, Rabu 15 Januari 2020, meninjau drainase di jalan nasional kawasan Desa Raya, Kecamatan Berastagi.

Kawasan ini kerap jadi langganan banjir, terutama saat huna turun. Air hujan tidak tertampung dan tersalur dengan maksimal di drainase kawasan tersebut.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan, kendala utama kawasan jalan nasional itu kerap tergenang air akibat saluran drainase di kawasan itu kecil.

Simak Berita: Ogah Dituding Tidak Peduli, Bupati Karo Telepon BBPJN II Medan Atasi Banjir

“Debit air saat hujan turun tidak tertampung, mengingat parit kecil dan kebanyakan tidak berfungsi,” ungkap Terkelin.

Dampak tidak berfungsinya drainase, kata Terkelin, dipengaruh sampah dan tumpukan tanah. Menurut Bupati Karo, perlu dilakukan normalisasi pada drainase tersebut.

Baca Berita:

Polisi Ringkus Empat Pengedar Judi Kupon di Karo

Bupati Karo Minta Pembangunan Pelabuhan Tongging Dilanjutkan

“Perlu pelebaran parit agar volume air dapat mengalir sesuai saluran yang ada,” katanya.

Kepala BBPJN II Medan Selamat Rasidi Simanjuntak mengungkapkan dalam mengatasi banjir di kawasan tersebut, pihanya akan membangun drainase crossing.

“Rencana kami akan membuat crossing di suatu titik dengan cara membuka di badan jalan antara parit satu dengan yang lain. Anggarannya Ro17 miliar, saya rasa cukup,” katanya.

Selamat merencanakan pekan depan BBPJN II Medan akan menurunkan alat berat untuk pelebaran parit. Kepada Bupati Karo, Selamat minta agar pihak Kecamatan Berastagi mendampingi BBPJN II Medan yang akan melakukan normalisasi pada drainase di kawasan tersebut.

“Agar pihak Camat Berastagi kiranya selalu mendampingi operator dalan pengorekan parit tersebut. Sebab selama ini masih banyak masyarakat kurang sadar dalam pekerjaan kami. Ini tujuan kami baik, tapi masyarakat berbeda pendapat. Tentu hal ini kadang menghambat pekerjaan kami,” ungkapnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *