Bupati Karo Kembali Desak Realisasi Pembangunan Jalan Medan-Berastagi

oleh -653 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana saat menghadiri pertemuan Pemprov Sumut dengan Badan Keuangan dan Pembangunan Perancis (AFD) di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kota Medan, Kamis 30 Januari 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana kembali mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk merealisasikan pembangunan jalan baru Medan-Berastagi.

Hal ini diutarakan Terkelin Brahmana saat menghadiri pertemuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dengan Agence Francaise de Development (AFD) atau Badan Keuangan dan Bantuan Pemerintah Perancis, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis 30 Januari 2020.

Dalam pertemuan itu, Terkelin Brahmana menyatakan bahwa Kabupaten Karo sebagai wilayah pariwisata di Sumatera Utara yang juga masuk dalam program pembangunan Nasional lima tahun sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro).

Simak Berita: Gubsu Dukung Usulan Bupati Karo Soal Jalan Alternatif Medan-Berastagi

Sebab itu, ungkap Terkelin, seharusnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karo seperti pembangunan jalan lebih diperhatikan.

“Dari  segi pembangunan  jalan harus diperhatikan mengingat Perpres 62/2011, sudah jelas menetapkan  Mebidangro,” tegas Terkelin.

Terlepas dari penundaaan rencana pembangunaan jalan tol Medan-Berastagi, Terkelin menyatakan, Pemerintah Kabupaten Karo sudah mengusulkan untuk pembangunan dan pelebaran jalan dengan dua lajur Medan-Berastagi.

Baca Berita:

Komplotan Penanam Ganja di Karo Ditembak

Banjir dan Longsor di Tapteng, 7 Orang Meninggal Dunia

“ Kami Pemda Karo telah mengusulkan pembukaan jalan dua  jalur  sejajar mengimbangi jalan Medan-Berastagi, yaitu jalan sejajar Barusjahe-Rumah Liang-Deliserdang dan Medan-Tuntungan- Kutalimbaru-Sembaikan-Lau Gedang-Berastagi,” ungkapnya.

Mengenai pembangunan jalan tol Medan-Berastagi, Bupati Karo menyerahkan hal itu kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Pusat.

Dalam pertemuan itu, Terkelin juga menyinggung soal penggelontoran dana dari AFD kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebesar Rp3,5 triliun.

“Apalagi mendengar penjelasan Badan AFD bahwa telah menyalurkan dana pinjaman kepada  PT SMI  dan oleh PT SMI memberikan pinjaman lagi ke pihak Pemprovsu Rp3,5 triliun untuk pembangunan moda transportasi Mebidangro. Tentu langkah ini sangat mendukung bagi pembukaan jalan sejajar dua jalur. Untuk itu kami meminta biaya pinjaman ini digunakan untuk pembukaan jalan sejajar yang telah ditinjau oleh tim Bappeda Karo bersama tim BPPJN II Medan sepekan yang lalu,”  katanya.

Merespons rencana pembangunan jalan tol Medan-Berastagi, perwakilan dari AFD Imanuel dan Martin, menjelaskan, untuk rencana pembangunan jalan bebas hambatan itu belum dapat diberikan. AFD beralasan, pembangunan jalan tol akan menimbulkan polusi sedangkan wilayah yang akan dibangun dan  dilalui, dinilai masih bebas polusi.

“Sementara itu kajian kami dari AFD,” ujar Imanuel.

Asisten Adminitrasi Umum dan Aset Pemprov Sumut,  M. Fitriyus mengungkapkan, kedatangan AFD selaku investor atas undangan Pemprov Sumut untuk membahas sektor perkembangan moda transportasi meliputi Mebidangro.

“Pemprov Sumut sejak awal sudah fokus kepada pembangunan moda transportasi,” katanya.

Fitriyus membenarkan dana pinjaman dari PT SMI sebesar Rp3,5 triliun.

“Pinjaman ini fokus kepada transportasi Mebidangro,” sebutnya.

Mengenai desakan Bupati Karo pembangunan jalan baru Medan-Berastagi, Fitriyus mengutarakan akan memakai dana pinjaman tersebut untuk pembangunan, pembukaan jalan baru Medan-Berastagi.

“Sepanjang sesuai ketentuan kita akan pakai  dana Rp3,5 triliun tersebut untuk  pembangunan jalan sejajar,” katanya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *