Cegah Virus Corona, Pemkab Karo Tutup Lokasi Wisata

oleh -256 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, melakukan telekonferensi dengan para camat dalam mengatasi, mencegah virus corona dari ruang Command Center di Kantor Bupati, Senin 23 Maret 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memutuskan menutup sementara lokasi wisata. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan memutus penularan virus corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

Selain penutupan lokasi wisata, Pemkab Karo juga mensosialisasikan social distancing atau menjaga jarak sosial. Hingga kini dilaporkan belum ada kasus positif Covid-19 terjadi di Kabupaten Karo.

Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Ketua Gugus Tugas Corona Martin Sitepu, Kadis Kesehatan Irna Safrina Meliala, Kakesbangp Linmas Tetap Ginting, menggelar telekonferensi dengan sejumlah camat dari ruang Command Center di Kantor Bupati Karo, pada Senin 23 Maret 2020.

“Kita serukan sosialisasi social distancing dalam arti kata mengurangi mendatangi tempat keramaian, perkumpulan dan jaga jarak sesama orang minimal satu meter, dan menjaga kebersihan sekitar tempat tinggal,” kata Camat Dolat Rakyat Jimmy Tarigan dalam laporannya kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Selain social distancing, Camat Dolat Rayat juga melaporkan, mengkampanyekan kepada masyarakat tentang pentingnya dan sering untuk  cuci tangan, serta mengimbau untuk penutupan sementara lokasi wisata seperti  Taman Lumbini.

“Sementara sudah kita imbau ditutup sementara untuk umum,” kata Jimmy.

Baca Berita: 

Kasus Positif Virus Corona Menjadi 579 Orang, Meninggal Dunia 49 Orang

Telkom Kabanjahe Terapkan Social Distancing

Sedangkan Camat Simpang Empat Amsah perangin Angin melaporkan bahwa pihaknya memfokuskan sosialisasi agar masyarakat memahami penyebaran virus corona.

“Tim Forkopincam selalu monitoring perkembangan dan berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Corona, hal-hal yang berkaitan apa saja Forkopincam lakukan kedepan demi tercipta kolaborasi informasi sinegertitas, menangkal isu-isu hoaks yang beredar di tengah masyarakat,” katanya.

Bupati KaroTerkelin Brahmana menegaskan agar para camat terus giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menekankan tidak percaya kepada informasi hoaks.

“Lakukan sosialisasi kepada masyarakat, ada gejala menonjol berkembang di masyarakat  segera laporkan ke Posko Gugus Tugas. Yang terpenting jangan percaya hoaks,” tegas Terkelin.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Karo Martin Sitepu menegaskan hingga kini belum ada kasus positif virus corona di Kabupaten Karo. Meski begitu, dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona, diputuskan untuk menutup lokasi pariwisata.

“Sesuai koordinasi dengan Dinas Pariwisata Karo, segala objek  wisata di Karo sementara ditutup, guna memutus mata rantai penyebaran virus tersebut,” tegas Martin.

Kepada para camat, Martin menekankan agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang virus corona. Hal ini agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi hoaks di media sosial.

“Jangan percaya hoaks, tetaplah tenang dan jangan panik. Khusus Kabupaten Karo belum ada warga kita  terindikasi positif Covid-19. Untuk itu hari ini saya membuat surat edaran seluruh kepada masyarakat Karo melalui camat agar setiap daerahnya melakukan pendataan perusahaan asing dan perusahaan lokal untuk kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan, secara mandiri, serentak dilakukan dalam minggu ini, dimulai hari Kamis, Jumat dan Sabtu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan mengapresiasi langkah Pemkab Karo dalam mencegah penularan virus corona dengan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke desa-desa dalam mencegah virus corona.

Dapat Bantuan APD

Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina Meliala mengingatkan masyarakat akan pentingnya mencuci tangan dan menjaga jarak dalam berinteraksi.

“Yang perlu kita jaga, tangan kita, jangan sembarangan memegang benda atau berinteraksi dengan seseorang lalu kemudian tangan kita memegang mata, hidung, mulut, dan wajah. Untuk itu lakukan cuci tangan sesering mungkin, dan batasi interaksi denga setiap orang. Hal ini sudah ada aturan social distancing, atur jarak dan hindari tempat keramaian, ini sudah cukup kita memutus mata rantai penyebaran virus corona,” tegasnya.

Dalam telekonferensi itu, Irna menyampaikan kepada para camat, tidak ada pembagian masker dikarenakan persediaan masker terbatas.

“Sebagaimana tudingan dan sorotan, kita tidak mau bagi masker. Jujur masker kita sangat terbatas, tinggal untuk para medis RSUD dan Puskesmas yang tersebar. Kebutuhan masker dipergunakan hanya untuk orang sakit, ini harus diketahui masyarakat,” katanya.

Menanggapi tudingan tidak memiliki Alat Pelindung Diri (APD) khususnya bagi paramedis dalam penanganan virus corona, Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrian Meliala tak membantahnya.

“Di sini kita luruskan. Ada tudingan kenapa tim medis kita menggunakan jas hujan, tidak memakai APD.  Semua ini kembali kepada prasarana yang belum ada. Seandainya ada dana kita, ke mana mau dibeli?. Sedangkan kita sudah ajukan ke provinsi, belum ada instruksi diadakan. Nah persoalannya, bagaimana tim medis kita aman, tidak masalah sementara digunakan jas hujan. Info ini terlalu dihebohkan, membuat resah warga,” tegas Irna.

Namun Irnas menyatakan bahwa ia baru menerima informasi dari Provinsi Sumatera Utara yang akan memberikan bantuan APD kepada Kabupaten Karo.

“Barusan dapat info dari provinsi, kita akan diberi bantuan APD sebanyak 40 buah. Kita akan memakai APD apabila ada pasien ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan),” pungkasnya. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *