Desa Simolap Menuju Swasembada Pangan Melalui Kuta Pagoh

oleh -84 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono meninjau Posko Pencanganan Ketahanan Pangan dan mendirikan Posko Pencegahan Covid-19 di Desa Simolap, Jumat 19 Juni 2020. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Desa Simolap di Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, melaksanakan Pencanganan Ketahanan Pangan dan mendirikan Posko Pencegahan Covid-19, atau disebut Kuta Pagoh.

Gerakan yang dilakukan Desa Simolap menuju desa swasembada pangan dan pencegahan penularan virus corona ini mendapat respons dari Bupati Karo Terkelin Brahmana, Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, bersama pejabat Pemkab Karo, mengunjung Kuta Pagoh, pada Jumat 19 Juni 2020.

Camat Tiga Binanga Membela Tarigan mengungkapkan, Pencanangan Ketahanan Pangan dan Posko Pencegahan Covid-19, manfaatnya sudah dapat dirasakan langsung warga.

“Selain itu, sifatnya bukan semata-mata untuk pencegahan Covid-19. Namun kami berharap setelah berakhir masa  pandemi Covid-19 ini pun, Posko Kuta  Pagoh ini dapat terus kita kembangkan sebagai desa yang mampu dan kuat dalam ketahanan pangan sehingga terwujud Desa Simolap sebagai desa swasembada pangan,” tegas Membela Tarigan.

Baca Berita: 

Bupati Karo Respons Keluhan Warga Desa Nageri Soal Longsor

USU Beri Bantuan 300 Alat Rapid Test Kepada Pemkab Karo

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapresiasi gerakan yang dilaksanakan warga Desa Simolap melalui Posko Kuta Pagoh.

“Posko Kuta Pagoh dan menyiapkan rumah isolasi mandiri merupakan cermin dan wujud kekompakan dan bersatupadu dalam menghadapi Covid-19.  Budaya gotong-royong dan kearifan lokal terus ditonjolkan dalam dinamika kehidupan. Sehingga apa yang disepakati bersama akan tercapai. Hal ini, patut kita puji dan apresiasi bahwa Desa Simolap, masih melestarikan kriteria di atas,” ungkap Terkelin.

Disebutkannya, keberadaan Kuta Pagoh  yang ada di Desa Simolap dan Desa Kandibata (Kecamatan Kabanjahe) menjadi pilot projek bagi desa lain.

“Walaupun mungkin masih banyak desa lain sudah mengadopsi  Kuta Pagoh, namun kita  tidak monitor semuanya,” sebut Terkelin.

Bupati mengajak  masyarakat tetap menjadi bagian masyarakat yang berbudaya sebagaimana kehidupan suku Karo.

“Seandainya  ada warga desa yang positif Covid-19, diminta hilangkan sifat stigma, mengintimidasi, persekusi dan mengusir dari desa. Hal ini tidak baik dalam peradaban kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan memuji Desa Simolap sudah mulai terbuka dan mampu mengikuti protokol kesehatan.

“Dibuktikan dengan kesungguhan desa mampu menyiapkan Posko Pagoh dalam memutus mata rantai Covid-19,” katanya.

Iriani menyatakan, akan muncul Kuta Pagoh di desa-desa lainnya. “Seperti  Kuta Pagoh  di Desa Kandibata yang kemarin diapresiasi oleh Kapoldasu. Tentu  menginpirasi bagi desa-desa lain. Tentu wajar kita berikan dukungan dan reward bagi Desa Simolap,” ucapa Iriani.

Sementara itu, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono menyebutkan, gerakan Kuta Pagoh oleh Desa Simolap sangat  baik.

“Tujuan ini sangat baik, selain mendongkrak ekonomi keluarga dalam ketahanan pangan, di samping itu menjaga imunitas dan kesehatan agar Covid-19 tidak gampang menyerang tubuh,” katanya.

AKBP Yustinus mengaku layak Desa Simolap disebut “Kuta Pagoh” karena masyarakatnya termasuk disiplin.

“Walaupun ada himbauan stay at home, warga tetap ke ladang, itu cara ampuh (menerapkan) physical distancing,” katanya.

Hal senada disampaikan Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara. Dalam sambutannya, Letkol Inf Taufik Rizal menyatakan apa yang dilakukan warga Desa Simolap dalam membangun ketahanan pangan, sudah sangat tepat.

“Hal ini dapat kita lihat dalam praktik di lapangan. Masyarakat sudah memenuhi kategori ketahanan pangan. Arti ketahanan pangan, sangat sederhana, yakni  tidak lapar lagi.  Jadi saya menilai warga sudah tidak lapar lagi, ini yang perlu kita apresiasi,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Karo Terkelin Brahmana secara simbolis memberikan bantuan berupa beras, masker kepada warga. (Rep-01)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *