Doni Monardo Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Tim Riset Uji Klinis Sebut Ada Efek Samping

oleh -113 Kali Dibaca
Letjen TNI Doni Monardo dilantik sebagai Kepala BNPB, Rabu 9 Januari 2019. [Foto Sekretariat Presiden | Rienews]

RIENEWS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo mendaftarkan diri sebagai relawan calon vaksin Covid-19. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, itu telah mendaftarkan diri untuk mengikuti uji klinis tahap tiga, yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat.

Informasi Doni Monardo telah mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis tahap tiga calon vaksin Covid-19, disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19,  Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis 13 Agustus 2020.

“Ini adalah bentuk komitmen pemerintah, mendukung, bahwa kita berupaya keras memberikan perlindungan, mendukung perlindungan maksimal kepada seluruh rakyat Indonesia melalui program vaksinasi,” kata Wiku.

Sebelumnya pada Selasa 11 Agustus 2020, Presiden Joko Widodo telah meninjau langsung fasilitas produksi vaksin milik BUMN PT Biofarma, Bandung, Jawa Barat.

Baca Berita:

Gunung Sinabung Meletus Lagi, PVMBG Keluarkan Status Oranye Penerbangan

PDPI: Perokok Tiga Kali Lebih Tinggi Terjangkit Covid 19

“Dan pemerintah sangat optimis mendukung pengembangan produksi vaksin,” ujar Wiku.

Saat ini, kata Wiku, hadirnya vaksin Covid-19 di tengah-tengah masyarakat dunia sudah dinanti-nantikan. Pemerintah juga telah berupaya melakukan terobosan dalam penelitian vaksin.

“Setelah empat bulan melawan pandemi Covid-19, dunia sudah memasuki penelitian uji klinis fase tiga. Dan kita semua berharap dengan penemuan vaksin, dapat melindungi seluruh masyarakat,” tandasnya.

Diketahui PT Biofarma memilih vaksin Covid-19 yang dikembangkan PT Sinovac Biotech Ltd dari China.

“Saat ini uji klinis sudah memasuki tahap 3, karena uji klinis tahap 1 dan 2 sudah dilakukan di negara China,” ujar Wiku.

Pelaksanaan uji klinis tahap 3 telah dimulai pada Selasa 11 Agustus 2020, di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat. Terdapat 1.620 relawan mengikuti uji klinis.

“Jika vaksin itu berhasil terhadap 1.620 relawan uji klinis yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, maka vaksin tersebut akan diproduksi massal di dalam negeri,” kata Wiku.

Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Eddy Fadlyana mengungkapkan calon vaksin Covid-19 tersebut memiliki efek samping, seperti nyeri atau demam.

“Bisa timbul nyeri di tempat suntikan atau demam sekitar 30 hingga 40 persen,” kata Eddy, dikutip dari Kompas.com

Dia menegaskan, uji klinis akan dihentikan, diputuskan oleh dokter yang memeriksa, jika ada reaksi berat terhadap relawan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *