Hakim Vonis Jonson Siregar Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

oleh -559 Kali Dibaca
Sidang pembacaan putusan terdakwa Jonson Siregar, terdakwa kasus shabu, di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Kabanjahe, Rabu 5 Februari 2020. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM –  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kabanjahe menjatuhkan vonis 17 tahun penjara terhadap Jonson Siregar (47 tahun), penduduk Jalan Pembangunan Gang Pelita, Kelurahan Tambak Lau Mulgap II, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Putusan yang dibacakan majelis hakim diketuai Sulhanudin itu, lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Karo.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Karo Firmansyah mengatakan, sebelumnya dalam sidang tuntutan, jaksa mengajukan tuntut kepada Jonson Siregar terdakwa kasus narkotika jenis shabu, 16 tahun kurungan penjara.

“Pada sidang agenda tuntutan kemarin, kita tuntut selama 16 tahun, denda Rp1 miliar dan subsider 6 bulan. Karena sesuai fakta persidangan terdakwa dinilai bersalah dan melanggar pasal 114 ayat 2 (Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika), menguasai dan memperjual belikan narkoba jenis sabu,” ujar Firmasyah kepada wartawan, Kamis 6 Februari 2020.

Baca Berita:

Gerakan Medan Berkah Gagas Sekolah Anak Nelayan

Hadiri Rakornas Karhutla, Bupati Karo Klaim Sudah Miliki Strategi Antisipasi

Dalam persidangan agenda pembacaan putusan yang digelar pada Rabu 5 Februari 2020, di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Kabanjahe, majelis hakim menjatuhkan vonis lebih tinggi satu tahun dari tuntutan jaksa.

“Mengadili, menjatuhkan pidana penjara selama 17 tahun, denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan. Untuk putusan ini terdakwa dapat mengambil sikap menerima, banding atau pikir-pikir,” kata ketua majelis hakim, Sulhanudin.

Mendengar putusan hakim,  air mata Jonson pun menetes.

“Saya pikir-pikir, pak,” katanya.

Kasi Pidum Kejari Karo, Firman menyebutkan putusan hakim yang lebih tinggi satu tahun dari tuntutan jaksa, dikarenakan mendukung pemberantasan peredaran narkoba.

“Kita serius dalam pemberantasan narkoba ini. Buktinya kita menuntut selama 16 tahun. Dan, hasil putusannya juga malah lebih tinggi dari tuntutan kita. Kita hormati putusan hakim, karena mendukung program pemberantasan narkoba yang kita harapkan kedepannya tidak ada lagi peredaran narkoba khususnya di Karo,” tegasnya.

Polres Tanah Karo pada tahun lalu, berhasil membekuk Jonson Siregar beserta barang bukti narkoba jenis shabu. Penangkapan dilakukan di kawasan Jalan Udara Berastagi. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *