Ikuti Gelar Wicara Nasional, Bupati Karo Soroti Penggunaan Bahasa Asing

oleh -77 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama sejumlah pejabat Pemkab Karo mengikuti kegiatan Gelar Wicara Nasional yang digelar Balai Bahasa, secara daring. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Bupati Karo Terkelin Brahmana menyoroti penggunaan bahasa asing dalam kesehari-harian termasuk di lingkup keluarga.

Hal ini dikemukakan Terkelin Brahmana dalam acara Gelar Wicara Nasional, Bahasa dan Kemandirian Bangsa, yang diadakan Balai Bahasa Sumatera Utara, Selasa 27 Oktober 2020.

Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim, Kepala Badan Bahasa  Endang Aminuddin Aziz, Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Maryanto, Tomson Sibarani, Rehan Halilah Lubis, dan Bupati Karo Terkelin Brahmana didamping Kepala Dinas Pendidikan Karo Eddi Surianta Surbakti, Kepala Dinas Kominfo Karo Jonson Tarigan serta Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi dari ruang Command Center Kantor Bupati Karo.

Terkelin menyatakan, pengutamaan bahasa Indonesia dalam pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, ruang publik, dan masyarakat umum dengan tidak mengenyampingkan bahasa daerah (seperti bahasa Karo), dan mempelajari bahasa asing demi kemajuan bangsa Indonesia.

Baca Berita:

Deklarasi Cinta Damai di Pilbup Karo

Dekranasda Karo Terima Bantuan Perlengkapan untuk UKM

“Dalam rangka membangun kemandirian bangsa Indonesia, melalui penginternasionalan bahasa Indonesia, jejak awal perkembangan bahasa Melayu sebagai lingua franca yang kemudian melahirkan bahasa persatuan, bahasa Indonesia sebagaimana yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928,” katanya.

Namun, Terkelin meminta perhatian untuk penyelamatan bahasa Indonesia terhadap penggunaan bahasa asing dalam keseharian, kini mudah ditemukan (pemakaian) bahasa asing di dunia usaha, ruang publik hingga di lingkungan keluarga.

“Penggunaan bahasa asing juga secara tidak langsung (digunakan) dalam komunikasi keluarga. Sering dilakukan (dipakai) yaitu dengan kata ok untuk menyatakan persetujuan yaitu; ya.  Hal seperti ini perlu menjadi perhatian bagi kita untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sebagai bentuk penyelamatan bahasa Indonesia,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Terkelin menyatakan dalam rangka pringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-92 tahun, Pemkab Karo mendukung penggunaan bahas Indonesia sebagai alat penyatu bangsa dari Sabang sampai Merauke.

“Kami dari Kabupaten Karo mendukung bahasa Indonesia sebagai alat untuk menyatukan bangsa dari Sabang sampai Merauke perlu dijaga dari gangguan bahasa asing. Pemakaian bahasa Indonesia di Kabupaten Karo sudah dianggap baik karena masyarakatnya sudah mengerti dan memahami penggunaan bahasa Indonesia. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, di negara yang kita cintai ini.Sekian dan terima kasih, Mejuah-juah Kita Kerina,” ucap Terkelin. (Rep-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *