Ini Respons Pengungsi Sinabung Soal Rencana Pemulangan

oleh -778 Kali Dibaca
Warga menyaksikan erupsi Gunung Sinabung dari Kecamatan Simpang Empat. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Pasca diturunkannya status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo merencanakan pemulangan pengungsi ke asal desa mereka.

Sejumlah tanggapan disampaikan pengungsi dari desa yang sudah dinyatakan tidak lagi masuk dalam zona merah bahaya erupsi Gunung Sinabung.

Lidiawati, pengungsi Gunung Sinabung dari Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, mengaku senang dengan rencana pemulangan itu. Sejak 2013, Lidiawati telah mengungsi dan tinggal di hunian sementara (Huntara) di  Desa Ndokum, Kecamatan Simpang Empat.

“Senanglah kalau pulang lagi ke kampung. Kitakan rindu juga sama suasana kampung karena sudah lama kita tinggal di sini (Huntara),” ujar Lidiawati kepada wartawan, Sabtu 8 Juni 2019.

Meski mengaku senang dengan rencana pemulangan ke desa asalnya, Lidiawati meminta Pemerintah Kabupaten Karo memastikan kondisi Gunung Sinabung benar-benar aman.

Berita Terkait:

Tinggi Letusan Gunung Sinabung 7 Km

Alasannya, sebut Lidiawati, pada Tahun 2013, ia dan warga desa Kuta Tengah yang sempat mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung pernah dipulangkan ke desa mereka. Namun, warga Desa Kuta Tengah kembali mengungsi, disebabkan erupsi terjadi lagi.

“Tapi dipastikan dulu memang gunung (Gunung Sinabung) kita itu betul-betul aman. Jangan sampai seperti Tahun 2013 dulu, sudah kami dipulang kan, tapi gunungnya erupsi lagi. Dan kami mengungsi lagi. Kalau enggak ada perintah dari sana (Pemerintah) kita enggak berani pulang,” tutur Lidiawati.

Selain itu, warga Desa Kuta Tengah berharap Pemerintah Kabupaten Karo melakukan perbaikan fasilitas di desa mereka, yang sudah lama ditinggal penghuninya.

Baca Berita:

Jelang Festival Bunga, Pemkab Benahi Jalan Alternatif Berastagi

Hari Pertama Kerja, Camat Tiga Panah Pimpin Rakor

“Ya sebelum pulang ke kampung, maunya desa kita dibetulin dulu. Seperti rumah kita, airnya, jambur kita, kalau tersedia semua itukan senang hati kita pas pulang nanti,” ujarnya.

Hal lainnya, kata Lidiawati, ketersediaan armada untuk mengangkut anak sekolah. Sebab, gedung sekolah di Desa Kuta Tengah, kata Lidiawati, sudah tidak dapat digunakan.

“Sekolah di kampung kan enggak bisa lagi. Kalau naik angkutan agak mahal, ongkosnya sudah Rp 5.000,” pungkas Lidiawati.

Menyusul perubahan status Gunung Sinabung menjadi Siaga, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanail Perangin-angin, pada Minggu 26 Mei 2019, menyatakan, akan memulangkan sebagian pengungsi Gunung Sinabung.

Pengungsi yang dipulangkan, sebut  Natanail, berasal dari Desa Tiga Pancur, Desa Jeraya, Desa Pintu Mbesi, dan Desa Kuta Tengah, semuanya berada di Kecamatan Simpang Empat. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *