Intensitas Gunung Sinabung Meningkat, BNPB Sarankan Pemkab Karo Lakukan Hal Ini Bila Erupsi Besar

oleh -189 Kali Dibaca
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan meninjau aktivitas Gunung Sinabung dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, didampingi Kepala PGA Sinabung Armen Putra. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Intensitas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meningkat. Tercatat hari ini, Jumat 14 Agustus 2020, Gunung Sinabung empat kali erupsi.

Dalam kurun waktu tujuh hari, Gunung Sinabung, berketinggian 2.460 mdpl, telah alami enam kali erupsi sejak Sabtu 8 Agustus 2020.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengungkapkan, sejak pukul 10.30 WIB hingga pukul 16.56 WIB, Gunung Sinabung empat kali erupsi, mengeluarkan lontaran abu vulkanik hingga ketinggian 4.200 meter dari puncak Gunung Sinabung.

“Erupsi pertama terjadi pada jam 10.30 WIB, dengan tinggi kolom mencapai 2,1 kilometer. Erupsi kedua pada pukul jam 14.25 WIB, tinggi kolom mencapai 1,5 kilometer. Pada erupsi ketiga pukul 14.55 WIB, tidak teramati,” kata Armen Putra kepada wartawan.

Baca Berita:

Doni Monardo Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Tim Riset Uji Klinis Sebut Ada Efek Samping

Gunung Sinabung Meletus Lagi, PVMBG Keluarkan Status Oranye Penerbangan

Erupsi susulan berikutnya terjadi sekitar pukul 16.56 WIB, melontarkan abu vulkanik dengan ketinggian 4,2 kilometer.

Lontaran abu vulkanik, sebut Armen, condong mengarah timur, tenggara dan selatan.

“Erupsi disertai awan panas sekitar 1,5 kilometer ke arah tenggara, serta 500 meter ke selatan,” tutur Armen.


Seorang petani bunga beraktivitas di lahan pertaniannya yang terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. [Foto Rienews]
Masyarakat dan pengunjung (wisatawan) diminta agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 kilomegter dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.

Armen mengingatkan masyarakat memakai masker bila keluar rumah saat terjadi hujan abu untuk mengurangi dampak kesehatan dampak dari abu vulkanik yang dilontarkan Gunung Sinabung. Serta mengamankan sarana air bersih,  membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Meski erupsi Gunung Sinabung sejauh ini dinilai tidak berdampak signifikan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menaruh perhatian serius dengan erupsi Gunung Sinabung,  berstatus level III atau siaga.

Kesiapsiagaan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah setempat dan BNPB, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan melakukan peninjauan langsung ke wilayah Kabupaten Karo, dan melakukan koordinasi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung yang juga Dandim 0205/TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto, dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, dan Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan.

“Pemda harus mengambil langkah cepat, segera adakan rapat koordinasi dalam upaya kesiapsiagaan dan penanganan erupsi Gunung Sinabung,” ujar Lilik, dalam siaran Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Lilik menekankan, agar Pemkab Karo melakukan antisipasi dan perencanaan apabila terjadi erupsi besar.

“Artiannya, jika Gunung Sinabung erupsi besar, Pemkab Karo harus sudah siap. Jangan seperti erupsi terdahulu, yang memakan korban serta dibutuhkan juga dukungan Polres Tanah Karo, Kodim 0205/TK dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” kata Lilik dalam kunjungannya berkesempatan meninjau Desa Namanteran, pada Kamis 13 Agustus 2020.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat. [Foto BNPB | Rienews]
Bupati Karo Terkelin Brahmana menyambut baik atas kunjungan BNPB dan juga atas bantuan yang diberikan dalam menangani erupsi Gunung Sinabung.

“Terima kasih atas perhatian dari BNPB untuk masyarakat Kabupaten Tanah Karo,” kata Bupati.

Sementara Dansat Penanganan Bencana Erupsi Gunung Sinabung, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto menegaskan, telah mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk menjauh dari zona merah, dan masyarakat yang berada di seputaran lingkar Gunung Sinabung tetap waspada.

“Kami dari Dansatgas tetap mengimbau kepada masyakarat yang berada di seputaran lingkar Gunung Sinabung agar tetap waspada, dan jangan memasuki kawasan zona merah yang sudah ditentukan Pusat Vulkanologi,” tegas Eko. (Rep-01 | Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *