Jelang Festival Bunga, Pemkab Benahi Jalan Alternatif Berastagi

oleh -1.239 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana, Selasa 11 Juni 2019, meninjau jalan Desa Peceren Sempa Jaya, sebagai jalur alternatif menuju Kota Berastagi. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Festival Bunga dan Buah di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Juli 2019 mendatang. Bupati Karo Terkelin Brahmana menginstruksikan Dinas PUPR dan Bappeda melakukan pembenahan jalur alternatif dari Desa Peceren Sempa Jaya menuju  Kota Berastagi.

Festival Bunga dan Buah yang akan digelar Pemerintah Kabupaten Karo masuk dalam Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Tahun 2019.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan pembenahan jalur alternatif ini bagian dari upaya pemerintah mengurai kemacetan arus lalu lintas yang terjadi saat libur Lebaran kemarin. Kemacetan arus lalu lintas terjadi disebabkan lonjakan wisatawan yang menghabiskan waktu libur Lebaran ke Tanah Karo.

“Sejumlah ruas jalan mulai dari  (Pelawi) Tongkoh hingga Berastagi macet karena adanya penambahan volume  kendaraan para tamu yang  lebih dominan banyak menggunakan roda empat ketimbang roda dua,” kata Terkelin di sela-sela meninjau lokasi jalan alternatif di Desa Peceren, Selasa 11 Juni 2019.

Berita Terkait:

Dua Event Kabupaten Karo Masuk CoE 2019 Kementerian Pariwisata

Bupati mengaku mengalami kemacetan arus lalu lintas usai mengunjungi wahana bermain Funland Mikie Holiday, pada Sabtu 8 Juni 2019.

“Saya bersama keluarga saat pulang dari Mikie Holiday, sangat tidak bisa lewat ke arah Berastagi karena antrian kendaraan sepanjang 2 kilometer. Sudah terjebak, kendaraan jalan merayapun sulit,” kata Terkelin.

Terkelin menceritakan, untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas, mengambil jalur ke arah Dolat Rayat menuju arah Sampun lalu Bukit dan Sebaraya, Tiga Panah hingga  Kabanjahe.

Dengan pengalaman itu, Terkelin menginginkan ke depannya, arus lalu lintas menuju Berastagi dapat dilalui dari Pelawi Tongkoh.

Baca Berita:

Hari Pertama Kerja, Camat Tiga Panah Pimpin Rakor

Banjir di Pulau Sulawesi, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

“Kedepan jalan ke arah Berastagi dari Tongkoh supaya tidak seperti yang kita ketahui. Ini juga sekaligus antisipasi Festival Bunga dan Buah, Juli yang akan digelar Pemkab Karo,” kata  Terkelin.

Dalam peninjauan jalur alternatif itu, Bupati Karo didampingi Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Kepala PUPR Paten Purba, Kabid Bina Marga PUPR Mitcon Purba, Camat Berastagi Mirton Ketaren dan Kepala Dusun  IV Desa Peceren Sempa Jaya, Ahmad Karo Sekali.

Bupati menginstruksikan PUPR dan Bappeda  melakukan pembenahan jalur alternatif menuju Kota Berastagi dari Desa Peceren, Simpang Pelawi Tongkoh.

“Kita bersihkan  agar kendaraan dapat lewat, sehingga mengurai kemacatan nantinya. Intinya, ke depan PUPR dan Bappeda selaku teknis segera adakan pembersihan sebelum anggaran ditampung dalam P-APBD 2019 untuk peningkatan jalan ini,” kata Terkelin Brahmana.

Merespons instruksi Bupati Karo, Kepala Bappeda Nasib Sianturi mengungkapkan, akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dusun Peceran dan perangkat Desa Peceren, untuk meminta surat pernyataan pemilik tanah di sekitar kiri-kanan jalan.

“Setelah ada surat ini maka keesokan harinya kita turunkan alat berat untuk adakan pembersihan. Pembersihan kita lakukan untuk mendorong tanah dan pelebaran jalan agar bersih dan jalan yang berlubang akan kita timbun pakai pasir nantinya. Sebab jalan  ini sudah ada lebar 3 meter sekarang, dan panjangnya ada sekitar 500 meter,” kata Nasib.

Ditambahkannya, jalur alternatif menuju Kota Berastagi ini rekayasa lalu lintas untuk pelaksanaan Festival Bunga dan Buah.

“Rekayasa lalin ini nantinya pihak Sat Lantas Polres Karo bersama Dishub Kabupaten Karo akan kita infokan jika jalan ini sudah dapat dilalui. Namun demikian kita bersabar dulu, karena kita masih menunggu surat pembebasan dari warga,” kata Nasib.

Perangkat Desa Peceren Sempa Jaya, Sadarman Tarigan mengemukakan bahwa jalan Deleng Singkut (Desa Peceren) sebenarnya dulu sudah dibebaskan oleh pemerintah.

“Seingat saya, jalan ini lebar 8 meter milik pemerintah. Tidak diurus dan dirawat, pemeliharaan oleh Dinas PUPR Karo akhirnya kiri – kanan  jalan ini diserobot warga dan dijadikan sebagai lahan pertanian. Jika Pemkab Karo ingin meminta surat pernyataan dari warga untuk akses pembersihan ke depan, maka hal ini akan saya usahakan. Dan tidak masalah, sebab warga juga senang jika ada kepedulian Pemkab untuk memelihara kembali jalan ini yang sekian tahun tidak ditata dan dirawat,” ungkap Sadarman.

Dia pun menegaskan, dalam waktu tiga hari ke depan, surat pernyataan warga akan selesai.

“Dalam waktu tiga hari kedepan saya akan ambil semuanya surat tersebut. Semuanya akan beres dan akan saya serahkan ke Bappeda nantinya,” tegas Sadarman.

Hal senada disampaikan  Kepala Dusun  IV Desa peceren Sempa Jaya, Kecamatan   Berastagi, Ahmad Karo.

“Kita apresiasi dan kita dukung kebijakan Pemkab Karo. Ini adalah momen luar biasa bagi Kota Berastagi, agar jadilah Kota Berastagi sebagai kota asri dan wisata bukan kota macet,” pungkas Ahmad. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *