Keunikan Pasar Bunga di Kota Wisata Berastagi

oleh -3.060 Kali Dibaca
Suasana Pasar Bunga di tepi jalan Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Rabu 28 Maret 2018. [Foto Rienews.com]

RIENEWS.COM Pasar Bunga di kota wisata Berastagi, memiliki keunikan yang telah lama tersimpan. Pasar Bunga, atau warga lokal kerap menyebutnya Pajak Bunga Hidup, berlokasi di tepi jalan Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Meski berada di tepi jalan, bunga yang dijajakan dipajang secara ala kadar di atas terpal dan dalam keranjang anyaman, namun siapa sangka, harga bunga hidup beragam varian, seperti Mawar, Sedap Malam, Kekwa (Tekwa), Ester, Kardiol dan lainnya, dibanderol dari harga puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah untuk per ikatnya.

Harga tersebut kerap melonjak naik seiring dengan jadwal kalender kegiatan besar agama maupun lainnya.

Di samping harganya, keunikan lain dari Pasar Bunga tersebut, bunga yang dijajakan para pedagang merupakan hasil budidaya warga setempat.

KLIK: Ustadz Abdul Latief Khan: Politik Itu Bukan Urusan Agama, Bohong Itu

Seorang pedagang bunga di Pasar Bunga, Nande Biring mengatakan, bunga-bunga hasil budidaya petani Karo, jarang dijual keluar dari perkebunan.

“Bunga dari perladangan warga jarang (dijual) keluar. Biasanya pembeli langsung ke lading warga, terutama pembeli dari Kota Medan sekitar,” kata Nande Biring, Rabu 28 Maret 2018.

Hal itulah, menyebabkan harga jual bunga relatif tinggi.

“Untuk saat ini harga bunga di pasaran standar, hanya mencapai puluhan ribu rupiah. Tetapi jika memasuki hari besar, harga bunga bisa mencapai ratusan ribu rupaih per-ikat,” kata Nande Biring.

Biasanya pembeli dari golongan tertentu untuk kebutuhan usaha, rumah, jambur, juga kerap dibeli dari pihak hotel yang beroperasi di Kota Berastagi dan sekitarnya. Selain itu, pembeli membeli bunga untuk keperluan saat berziarah.

“Jika hari besar seperti menyambut Tahun Baru, Lebaran dan lainnya, maka harga bunga akan melonjak drastis  100 persen dari harga sebelumnya,”imbuh Nande Biring.

Keunikan Pasar Bunga yang sudah 7 tahun beroperasi, tidak saban hari para pedagang bunga berjualan.

Dalam sepekan, mayoritas pedagang mayoritas menggelar lapak dagangan bunganya, pada hari Rabu dan Sabtu.

Seorang pembeli, Zainal Sembiring mengaku membeli bunga Tekwa dengan harga Rp 50.000 untuk keperluan berziarah ke makam leluruhnya di Kecamatan Kabanjahe. (Bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *