Pecinta Alam UGM Taklukan Sungai Franklin Australia

oleh -391 Kali Dibaca
Personel ekspedisi Mapagama melintasi bebatuan di Sungai Franklin dengan menggunakan perahu kano.

TIM Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) sukses  menaklukan derasnya arus Sungai Franklin, Tasmania, Australia, sepanjang 125 Km dalam ekspedisi bertajuk “Pristine Wild Rivers” pada akhir November 2018.

Pengarungan dilaksanakan selama delapan hari dalam UGM Internasional Expedition (UIE) 5 tersebut melibatkan tujuh mahasiswa. Mereka adalah Irfan Hafiyyansah (Fakultas Hukum/Ketua Ekspedisi), Lutfi Perdana (Fakultas Filsafat), Rais Kun Fajar PS (Fakultas Teknik), Iqbal Setya Nugraha (Fakultas Psikologi), serta Suryo Abdi Pangestu, Laily Adhliya, dan Dimas Satria W dari Sekolah Vokasi.

Salah satu tantangan yang dilalui tim ekspedisi Mapagama di Sungai Franklin.

Tim ekspedisi Mapagama berangkat menuju Asutralia pada 14 November, dan tiba di Tanah Air pada 30 November 2018 lalu.

Sungai Franklin yang berada di Pulau Tasmania dipilih sebagai lokasi pengarungan, karena selain memiliki pemandangan alam yang cukup menarik juga mempunyai karakteristik yang sangat lengkap pada komponen sungainya.

Menyiapkan menu makanan.

Sungai Franklin berada di pedalaman hutan Taman Nasional Franklin-Godon, Pulau Tasmania. Kawasan tersebut memiliki kelembaban tinggi dan suhu yang dingin hingga lima derajat pada malam hari.

Sungai Franklin mempunyai beberapa larangan yang wajib dipatuhi, yaitu semua kotoran harus dibawa baik kotoran manusia maupun sampah. Tidak menyalakan api unggun, tidak mencuci di sungai dan beberapa larangan lainnya.

Jika melanggar, pihak taman nasional setempat akan memberikan denda yang besar terhadap pelanggar aturan.

Tim ekspedisi “Pristine Wild Rivers” Mapagama di lokasi pengarungan Sungai Franklin, Australia.

Pengarungan Sungai Franklin, Australia, telah memberikan pengalaman baru dan memberikan dampak positif dalam pengembangan kemampuan petualangan anggota Mapagama pada kegiatan tingkat internasional.

Selain itu juga meningkatkan pengetahuan untuk menjaga dan mengelola sungai dengan baik.

Foto & Naskah: Humas UGM/Ika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *