Pesilat UMY Raih Medali Emas di Kejuaraan Dunia Tapak Suci

oleh -735 Kali Dibaca
Tiga atlet silat Tapak Suci UMY, Panji Nugroho, Aldi Hendarsyah dan Fanny Periamaya Utami, berhasil meraih medali emas dan perak di Kejuaraan Dunia Tapak Suci yang digelar di Solo, Jawa Tengah, tanggal 2 hingga 5 September 2019. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Tiga atlet, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menyabet medali emas di Kejuaraan Dunia Tapak Suci (Tapak Suci World Championship) yang dilaksanakan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Kejuaraan dilaksanakan untuk menyongsong Muktamar Muhammadiyah ke-48 dan olahraga Pencak Silat menuju Olimpiade Tahun 2020 ini diikuti oleh 547 atlet dari 14 negara.

Medali emas diperoleh atlet UMY dari kategori Ganda Tangan Kosong Putera dan medali perak di kategori Tunggal Tangan Kosong Puteri.

Rektor UMY Dr. Ir Gunawan Budiyanto, M.P., mengucapkan selamat dan terima kasih  kepada pesilat UMY; pesilat Panji Nugroho (Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris), Aldi Hendarsyah (Jurusan Hubungan Internasional) dan Fanny Periamaya Utami (Jurusan Teknik Sipil), karena telah mengharumkan almamater pada tingkat internasional melalui salah satu olahraga asli Tanah Air.

“Saya ucapkan selamat untuk kalian yang sudah berjuang dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang setimpal. Kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tapi membawa nama UMY,” kata Gunawan saat menyambut kedatangan atlet di Gedung A.R. Fachruddin A. Kampus Terpadu UMY, pada Senin 9 September 2019.

Baca Berita:

Asap Karhutla Sumatera dan Kalimantan Tidak Sampai Singapura-Kuala Lumpur

Coocaa Resmi Jadi Sponsor Platinum SEA Games 2019

Gunawan menyatakan dukungannya terhadap aktivitas yang dilakukan oleh Tapak Suci UMY guna berkembang lebih maksimal lagi. Untuk itu, ia berencana membangun fasilitas gedung latihan beladiri yang dapat menunjang perkembangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfokus pada olahraga beladiri.

“Dalam beberapa waktu ke depan UMY berecana untuk mendirikan gedung yang dapat digunakan oleh UKM beladiri untuk latihan. Segalanya harus dipersiapkan dengan baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Tapak Suci UMY sekaligus peraih medali emas, Panji Nugroho menjelaskan bahwa persiapan dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu mulai dari koreografi gerakan, fisik dan lainnya. Hasil yang didapatkan juga cukup maksimal dan turut memberi sumbangsih guna menjadikan kontingen Tapak Suci Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi Juara Umum 2.

“Gerakan yang kami tampilkan ketika lomba merupakan hasil usaha yang cukup lama. Tetapi, itu semua kami lakukan agar mendapatkan hasil yang terbaik untuk UMY dan juga kontingen DIY,” ujarnya.

Panji juga menuturkan bahwa pengalaman ini dapat menjadi semangat untuk teman-teman Tapak Suci UMY ke depannya. Ia berkomitmen untuk berusaha meningkatkan kualitas anggotanya agar semakin berprestasi dan mengharumkan nama kampus. Untuk itu, porsi latihan harus dilakukan secara konsisten dan berkualitas.

“Pencapaian ini harus bisa menjadi pelecut semangat untuk kami agar dapat berprestasi lebih tinggi lagi,” pungkasnya.

Kejuaraan Dunia Tapak Suci digelar sejak  tanggal 2 hingga 5 September 2019 itu,  diikuti oleh 547 pesilat dari 14 negara; Aljazair, Timor Leste, Singapura, Mesir, Thailand, Pakistan, Uganda, Palestina serta tuan rumah Indonesia.

Kejuaraan dunia tersebut mempertandingkan 18 nomor kategori olahraga (11 putra dan 7 putri) serta 16 nomor kategori seni (8 putra, 7 putri, dan 1 beregu). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *