Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19

oleh -91 Kali Dibaca
Proses penyuntikan vaksin CoronaVac kepada Presiden Joko Widodo, Rabu 13 Januari 2021, di Istana Merdeka, Jakarta. [Foto Setneg | Rienews]

RIENEWS.COM – Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia, dimulai dengan penyuntikan perdana vaksin CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co.Ltd kepada Presdien Joko Widodo (Jokowi). Penyuntikan vaksin CoronaVac kepada Presiden Jokowi dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, pukul 09.42 WIB.

Sebelum disuntik vaksin, Presiden Jokowi terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data, serta penapisan kesehatan, antara lain pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah.

Hasil penapisan kesehatan oleh petugas, menunjukkan suhu tubuh Presiden saat diperiksa adalah 36,3 derajat celcius dan tekanan darah 130/67 mmHg. Presiden juga menjawab sejumlah pertanyaan seputar riwayat kesehatan hingga dinyatakan sehat dan layak mengikuti vaksinasi. Berikutnya proses penyuntikan dilakukan. Bertindak selaku vaksinator adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof. dr. Abdul Muthalib, Sp.PD-KHOM dibantu seorang asisten.

Vaksinator menyuntikkan vaksin di lengan kiri Presiden Jokowi. Proses penyuntikan pun berjalan dengan aman dan lancar.

Vaksin yang disuntikkan kepada Presiden adalah vaksin CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co.Ltd yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma (Persero).

Baca Berita:

FDR Komponen Black Box Sriwijaya Air SJ182 Telah Ditemukan

Longsor di Cihanjuang Sumedang, 16 Orang Tewas, 23 Orang Hilang

Vaksin tersebut telah melalui sejumlah uji klinis yang melibatkan 1.620 relawan di Bandung. Vaksin juga telah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.

Usai penyuntikan, Presiden Jokowi mengikuti proses observasi kemungkinan Kejadian Ikutan Pascaimunasisi (KIPI) di Ruang Oval, Istana Merdeka, selama sekitar 30 menit. Presiden tampak berkegiatan seperti biasa setelah proses vaksinasi dan tampak berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Vaksin Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari. Untuk itu, para penerima vaksin akan mendapatkan kartu vaksinasi dan diingatkan untuk kembali menerima vaksin untuk kedua kalinya.

“Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama divaksin pertama kali. Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman,” tutur Presiden Jokowi pada Rabu, 16 Desember 2020 di Istana Merdeka, Jakarta. (Red)

Sumber : setneg.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *