PEMILU  

Presiden Minta KPU Menjaga Hak Pilih Setiap Warga Negara

Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan Presiden Jokowi. Foto BPMI Setpres.
Ketua KPU Hasyim Asy'ari dan Presiden Jokowi. Foto BPMI Setpres.

Di tengah era digital, ia mengimbau agar penggunaan sistem informasi dan perangkat penunjang pemilu harus berfungsi dengan baik. Itu dinilai penting agar pelaksanaan pemilu terhindar dari peretasan.

“Sedikit saja ada ketidakcermatan, langsung (berdampak kepada) kepercayaan masyarakat. Ini yang tidak boleh terjadi. Semua bersama-sama harus menjaga ini,” tutur Jokowi.

Kepala Negara juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan mendukung pelaksanaan pemilu 2024 agar dapat berjalan dengan baik. Ia menekankan selain mendukung pelaksanaan pemilu, jajaran ASN, TNI, dan Polri tetap harus menjaga netralitasnya.

“Aparat negara harus mendukung tugas penyelenggaraan pemilu. Misalnya bantuan (dalam) pengiriman logistik ke tempat-tempat yang sulit dan wilayah-wilayah terluar yang tidak bisa dilakukan oleh kita, bisa dibantu oleh aparat negara, baik TNI maupun Polri,” ucap Jokowi.

Mengenai hak pilih setiap warga negara, Jokowi meminta KPU dapat memastikannya tetap terjaga, serta melayani para pemilih tanpa dikriminasi. Jokowi pun meminta KPU agar dapat mengedukasi para pemilih sehingga cerdas dalam menentukan pilihan.

Artikel lain

Triwulan I 2024, Tarif Listrik Nonsubsidi Tak Naik

KPU Soal WNI di Taiwan Sudah Coblos Surat Suara Pilpres

Pesan Natal Paus Fransiskus: Hentikan Agresi Israel di Jalur Gaza Palestina

“Jangan percayai yang namanya hoaks, apalagi yang bisa menyulut konflik dan perpecahan. Pendidikan politik harus dilakukan secara massif. Tidak saja mengedukasi tentang tahapan pemilu tetapi juga mengajak masyarakat menjadi pemilih-pemilih yang cerdas,” kata Jokowi. (Rep-04)

Sumber: BPMI Setpres