Puluhan Bangunan di Halsel Rusak Akibat Gempa M5,2

oleh -108 Kali Dibaca
Kerusakan bangunan dampak gempa M5,2 di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Jumat sore, 26 Februari 2021. [Foto BNPB |Rienews]

 RIENEWS.COM – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan data kerusakan sementara dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara.

Gempa yang terjadi Jumat 26 Februari 2021, sekitar pukul 18.02 WIB, dirasakan warga selama 2 hingga 3 detik.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyebutkan data kerusakan dampak gempa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan mencatat kerusakan kategori rusak ringan (RR) yang meliputi 60 unit rumah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 1 unit, 1 unit rusunawa, 1 unit kantor Pengadilan Agama, 1 unit bangunan kompi D TNI, 1 unit bangunan DInas Perkim.

“Selain kerusakan, gempa mengakibatkan tiga warga luka ringan dan sebanyak 45 KK (169 jiwa) mengungsi. BPBD setempat masih terus melakukan pendataan terhadap dampak gempa M5,2,” sebut Raditya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu 27 Februari 2021.

Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 40 KK atau 80 jiwa yang terpaksa harus mengungsi ke beberapa lokasi yang masih dalam pendataan.

Selain kerusakan rumah, gempabumi yang berpusat pada Lintang 0.54 LS dan Bujur 127.51 BT serta kedalaman 10 kilometer tersebut juga merusak beberapa bagian gedung DPRD Halmahera Selatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha. Beberapa pasien RSUD Labuha telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

BPBD Kabupaten Halmahera Selatan juga telah mendirikan tenda darurat untuk tempat pengungsian sementara bagi para pasien.

Baca Juga:

Bupati Karo Akan Bantu Bawaslu Soal Kantor Permanen

Pembangunan Kantor dan Rumdis Klasis GBKP Kabanjahe Direalisasikan Tahun Ini

Pascagempa, BPBD segera melakukan upaya penanganan darurat, antara lain kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, termasuk TNI dan Polri.

Dalam memberikan pelayanan kepada warga penyintas, BPBD telah mendirikan tenda-tenda keluarga untuk warga maupun pasien yang sedang dirawat di RSUD Labuha. BPBD mengimbau warga untuk tidak panik serta segera menghindari tertimpa bangunan apabila gempa susulan terjadi.

Dilaporkan,guncangan kuat dirasakan warga di Desa Labuha. Guncangan kuat terjadi selama 2 hingga 3 detik di desa tersebut.

Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah akibat guncangan kuat. BPBD setempat juga melaporkan bahwa lampu padam.

Dalam rangka percepatan penanganan dampak gempa di Halsel, BNPB mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) pada Sabtu 27 Februari 2021.

Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa M5,2 terjadi pada kedalaman 10 km. Pusat gempa berada 11 km timur laut Labuha di wilayah Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan pemodelan, gempa ini tidak memicu terjadinya tsunami.

Melihat parameter guncangan gempa yang diukur dengan MMI atau Modified Mercalli Intensity, guncangan menunjukkan IV MMI di Labuha. BMKG mendeskripsikan IV MMI sebagai situasi pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan luar rumah, kemudian gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi.  (Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *