Satu Keluarga di Luwu Meninggal Dunia dalam Bencana Hidrometeorologi  

oleh -112 Kali Dibaca
Evakuasi korban tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, oleh tim gabungan. [Foto Ist]

RIENEWS.COM – Empat orang meninggal dunia dalam peristiwa bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu 3 Oktober 2021.

“Empat korban meninggal adalah satu anggota keluarga,” kata Kepala Pelaksana  (Kalaks) BPBD Kabupaten Luwu Rahmadaria.

Disebutkannya, keempat korban meninggal dunia dampak tanah longsor yang melanda kediaman mereka. Para korban berhasil ditemukan tim gabungan, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, Tagana, Damkar, Brimob dan lintas instansi serta masyarakat setempat, bergotong royong menggunakan peralatan seadaanya.

Proses evakuasi para korban, menurut Rahmadaria, sempat mengalami kendala karena medan yang sulit dijangkau dan masih tertimbun material longsoran. Sementara ini kendaraan roda empat masih belum dapat mencapai lokasi tersebut.

Baca Juga:

Banjir Bandang dan Longsor di Luwu, 12 Ribu Warga Terisolir, 3 Orang Hilang

Bupati Karo Lantik 45 Pejabat Pemkab Karo

“Lokasi sulit dijangkau. Tim kami sempat kesulitan menuju ke atas (lokasi terdampak). Hanya sepeda motor saja yang bisa,” tutur Rahmadaria.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, data sementara BPBD Luwu wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di enam kecamatan, Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lemasi, dan Kecamatan Lemasi Timur

“Data yang dirangkum BPBD Kabupaten Luwu per Senin (4 Oktober 2021) pukul 12.00 WIB, ada sebanyak 127 jiwa yang terpaksa harus mengungsi di Kecamatan Walerang Utara (27 warga), dan 100 warga lainnya mengungsi di masjid yang berada di Kecamatan Walenrang Timur. Sementara itu, ada sebanyak 12.000 jiwa terisolir di Kecamatan Walenrang Barat,” sebut Muhari, Selasa 5 Oktober 2021.

Data kerugian materiil sementara dampak bencana, empat unit rumah rusak berat, dua unit rumah hanyut, dan 60 unit rumah terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 70-150 sentimeter.

“Sebagai upaya percepatan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor, BPBD Kabupaten Luwu telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna proses evakuasi dan pembersihan material lumpur. Bantuan logistik dan peralatan juga telah didistribusikan BPBD Kabupaten Luwu kepada para penyintas. Saat ini, tenda pengungsi, logistik dan kebutuhan dasar lainnya masih menjadi hal yang sangat dibutuhkan,” pungkas Muhari. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *