Singkirkan Ratusan Pesaing, Hanna Sukses ke YSEALI Berkat Lidah Mertua

oleh -806 Kali Dibaca
Hanna Nur Afifah Yogar. [Foto UMY | Rienews]

RIENEWS.COM – Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Hanna Nur Afifah Yogar sukses menuju program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) setelah menyingkirkan ratusan pesaing dari seluruh Indonesia. Bersama 24 mahasiswa lainnya, hari ini, Selasa 2 April 2019, Hanna bertolak menuju Amerika Serikat untuk mengikuti short-term academic exchanges dari U.S. Embassy and Consulates Indonesia (Kedubes AS di Indonesia) di University of Hawai Honolulu, Hawai, dalam program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI).

Hanna, mahasiswi jurusan Internasional Program For Law and Sharia (IPOLS) Fakultas Hukum (FH) UMY, terpilih atas penelitian isu lingkungan yang ia lakukan terhadap tanaman (bunga) Lidah Mertua (Sansevieria).

“Saya memberi judul penelitian ini #Planetaria (Plant the Sanseviera). Mengapa? Tanaman (Lidah Mertua) yang sangat berguna ini, fungsinya kurang diketahui oleh masyarakat kebanyakan. Padahal kita membutuhkannya di era modern seperti sekarang ini. Polusi udara di mana-mana, juga radiasi dari handphone dapat diserap dengan baik oleh tanaman ini,” tutur Hanna.

Baca Berita:

Bupati-Brigjen Atrial Tinjau Lahan Pembangunan Rehabilitasi Narkoba

Diguyur Hujan, Bupati Karo dan Plt Dirut PDAM Pimpin Perbaiki Pipa

Dikatakan Hanna, berdasarkan hasil penelitianya, tanaman Lidah Mertua 200 kali lebih efektif menyerap polusi udara serta radiasi.

Untuk terpilih sebagai peserta (YSEALI), Hanna harus bersaing dengan 699 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.  Hanna menyatakan, untuk lolos seleksi, harus cakap dalam berbahasa, juga diperlukan kreativitas dan pola pikir kritis.

Mahasiswi angkatan 2014 ini, mengaku intens terhadap isu lingkungan. Dalam mengikuti YSEALI, Hanna menyatakan, akan menganalisis perilaku manusia khususnya output dari kebijakan pemerintah.

“Selama 5 minggu nanti, saya akan melakukan sharing dengan mahasiswa lainnya, khususnya dalam environtmental issue karena itu merupakan concern saya. Kami nanti akan menganalisa perilaku manusia terhadap kebijakan lingkungan pemerintah daerah agar di masa depan pemerintah dapat mengaplikasikan future environmental policy, khususnya di ASEAN,” ungkap Hanna.

Dengan penelitiannya, #Planetaria, Hanna mencoba untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi tingkat polusi udara.

“30 menit saya melakukan perjalanan dari rumah ke kampus, ada banyak mungkin 5 sampai 7 pembakaran sampah. Tentu ini sebenarnya merugikan. Jadi walau sulit saya akan mencoba meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat tanaman Lidah Mertua ini tentunya dengan ilmu dan wawasan yang telah bertambah dari program YSEALI,” imbuh Hana. (Rep-02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *