Tetapkan Tersangka Korupsi Lahan TPA, Kajari Karo Dipraperadilankan

oleh -268 Kali Dibaca
Tim penyidik Kejari Karo melakukan penggeledahan di Kantor Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD), Senin 20 Juli 2020, dalam rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan TPA. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Penanganan dalam proses pengusutan dan penetapan tersangka kasus korupsi pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) yang ditangani Kejaksaan Negeri Karo, digugat. Salah satu tersangka korupsi TPA, mengajukan praperadian ke Pengadilan Negeri Kabanjahe.

Sidang perdana praperadilan dengan pemohon Sueka Bonafide Baron Kaban, dan termohon Kepala Kejari Karo Denny Achmad, digelar Rabu 5 Agustus 2020, dipimpin hakim tunggal,  Vera Yetti Magdalena.

Sidang pertama praperadilan, dilangsungkan di ruang sidang Kartika, Pengadilan Negeri Kabanjahe, tidak dihadiri pihak termohon.

Hakim tunggal praperadilan, Vera Yetti Magdalena memutuskan menunda persidangan praperadilan hingga Rabu 12 Agustus 2020, dengan agenda pembacaan permohonan.

Berita Terkait: Sekda Karo Akui Saksikan Kejaksaan Geledah Kantor BPKPAD

Tim penasehat hukum pemohon praperadilan, Antoni Surbakti menegaskan pengajuan praperadilan atas kliennya Baron Soeka Banafide Kaban (BK), difokuskan kepada prosedur penangkapan dan penetapan tersangka, dinilai tidak sah.

“Informasi yang kita terima dari klien kami Baron Soeka Banafide Kaban serta keluarga. Pada tanggal 17 Juli 2020, Baron menghadiri panggilan Kejari Karo sebagai saksi. Usai memberi keterangan, Baron melangkah ke luar gedung Kejari, dan saat berada di luar, halaman, pihak Kejaksaan Negeri Karo melakukan penangkapan terhadap Baron, dan hari itu juga dibuat surat perintah penahanan atas dirinya,” kata Antoni Surbakti, seusai mengikuti persidangan.

Baca Berita:

Senator Badikenita Br Sitepu Bersama Bupati Karo Resmikan Kuta Paguh Relawan Covid 19

Bupati Karo Minta Polisi Militer Turut Berantas Praktik Perjudian

Antoni Surbakti menegaskan, atas dasar itu, kliennya dan keluarga BK mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Kabanjahe.

“Seperti yang saya katakan tadi, (BK) dipanggil sebagai saksi, terus ditetapkan sebagai tersangka, kemudian ditangkap dan ditahan pada hari dan jam yang sama. Untuk itu, kita koreksi melalui praperadilan. Untuk materi pembuktian akan kita sampaikan pada persidangan yang akan datang,” tutur Antoni.

Dia mengakui sidang perdana praperadilan ditunda lantaran termohon, Kepala Kejari Karo, tidak hadir di persidangan.

“Kejari selaku termohon tidak hadir pada persidangan ini, karena Kajarinya lagi di Jakarta,” pungkas Antoni.

Dalam kasus ini, Kejari Karo telah menetapkan dua orang tersangka, dan ditahan di Rutan Kelas IIB Kabanjahe.

Kedua tersangka yakni BK merupakan ASN juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),  dan R sebagai konsultan studi kelayakan. Kejari Karo menyebutkan dalam dugaan kasus korupsi pengadaan lahan TPA ini, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *