Tiga Aliran Sungai di Kalbar Meluap, Begini Kondisi 10 Kecamatan di Sintang

oleh -102 Kali Dibaca
Kondisi banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. [Foto BNPB]

RIENEWS.COM – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) menyebabkan meluapnya aliran sungai Kapuas, Sungai Melawi dan Sungai Kayan. Dampaknya, 10 kecamatan di Kabupaten Sintang dilanda banjir dengan ketinggian air hingga 6 meter, sejak Sabtu 2 Oktober 2021.

Dalam penanganan dampak banjir, Bupati Sintang menetapkan status tanggap darurat.

Pasca-sepekan dilanda banjir, kondisi tinggi muka air berangsur surut. Dilaporkan sejak Sabtu 9 Oktober 2021, tinggi muka air kini 100 sentimeter hingga 200 sentimeter.

Merespons banjir yang melanda 10 kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan pihak terkait hingga tingkat desa dan kecamatan. BPBD juga mengimbau warga untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap bahaya susulan maupun cuaca ekstrem.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, Pemerintah Daerah Sintang menetapkan status tanggap darurat melalui Surat Bupati Sintang Nomor 360/1140/KEP-BPBD/2021 yang berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 5 hingga 18 Oktober 2021.

Baca Juga:

Tim Monitoring Desa Percontohan PAAR TP PKK Sumut Berkunjung ke Karo

Aktivitas Vulkanis Gunungapi Ile Lewotolok Meningkat, Sehari 26 Kali Erupsi

“BPBD Kabupaten Sintang mencatat lebih dari 8.000 rumah terdampak banjir. Data BPBD hingga Sabtu (9 Oktober 2021), rumah terdampak di  Kecamatan Serawai 2.319 unit, Sintang 1.266, Dedai 1.242, Kayan Hilir 1.200, Ambalau 830, Tempunak 600, Kayan Hulu 600, Sepauk 400, Binjai 300 dan Ketungau Hilir 160. Total rumah terdampak mencapai 8.917 unit,” kata Muhari, Minggu 10 Oktober 2021.

Banjir juga menyebabkan 852 KK mengungsi sementara ke tempat yang aman. “BPBD masih memutakhirkan jumlah warga yang mengungsi. Data sementara menyebutkan warga mengungsi di Kecamatan Serawai sebanyak 386 KK dan Ambalau 466 KK. Sedangkan total warga terdampak di sepuluh kecamatan tersebut sebanyak 8.917 KK, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Serawai,” kata Muhari.

Sedangkan total kerugian yang diakibatkan banjir ini masih dalam proses perhitungan pemerintah daerah setempat, seperti dampak terdampak kerusakan infrastruktur umum, lahan maupun aset warga lainnya.

Dampak Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  pada Sabtu 9 Oktober 2021 menginformasikan dua siklon tropis tumbuh di belahan bumi utara. Dua siklon tropis tersebut yaitu Lionrock dan Kompasu, yang tumbuh sejak 8 Oktober 2021.

“BMKG menyebutkan siklon tropis Lionrock maupun Kompasu dalam 24 jam ke depan dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia, salah satunya potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Barat,” kata Muhari.

Sementara itu, BMKG juga menginformasikan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga berat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi pada 9 hingga 15 Oktober 2021 di beberapa wilayah provinsi. Selain dampak tidak langsung dari kedua siklon tropis tersebut, BMKG mencatat bahwa cuaca di wilayah Indonesia juga dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang cukup basah dan tingkat konvektivitas yang tinggi.

Berikut ini daftar wilayah dalam pantauan BMKG yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat serta disertai petir atau kilat serta angin kencang pada 9 hingga 15 Oktober 2021, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga, khususnya di tengah pandemi Covid-19, terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.  Warga dapat mengakses berbagai informasi terkait potensi risiko, bahaya hujan dan gerakan tanah dari institusi resmi seperti BNPB, BMKG dan PVMBG.

“Warga perlu memperhatikan protokol kesehatan apabila harus melakukan evakuasi maupun di pengungsian. Khusus di wilayah Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir masih berpeluang (terjadi) hari ini (Minggu 10 Oktober 2021), dan esok hari (Senin 11 Oktober 2021),” imbuh Muhari. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *