Tim Advokasi Rempang: Hentikan Kriminalisasi Warga Rempang-Galang

Pulau Rempang-Galang di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto Google Earth.
Pulau Rempang-Galang di Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Foto Google Earth.

Tim Advokasi untuk Kemanusiaan Rempang mengecam penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) baik kekerasan dan penggunaan gas air mata yang digunakan oleh aparat gabungan (Polri, TNI dan Satpol PP) terhadap warga.

Sekretaris PBH Peradi Batam, Nofita Putri Manik mengatakan, di dalam tahanan salah satu warga yang didampingi tim advokasi, mengalami gangguan kesehatan, seperti mata merah, sakit kepala, sakit punggung dan sampai muntah-muntah.

“Kami menduga hal tersebut terjadi karena kekerasan dan penggunaan kekuatan berlebihan pada Kamis, 7 September 2023,” kata Nofita.

LBH Pekanbaru mengecam tindakan eksesif yang dilakukan oleh aparat gabungan di Jembatan 4 Barelang pada Kamis lalu. Menurut Noval Setiawan dari LBH Pekanbaru, warga hanya ingin mempertahankan identitas Melayu, tanah dan kampung mereka yang sudah didiami secara turun-temurun, dari pemasangan patok dan penggusuran proyek Eco-City.

Diungkapkannya, banyak warga Rempang-Galang mendapatkan surat pemanggilan atas dugaan kasus pendudukan lahan ilegal, pemalsuan surat, pemerasan dan perusakan terumbu karang dan lainnya,

“Kami menduga ini sebagai rentetan intimidasi dan upaya kriminalisasi untuk membungkam warga agar menerima relokasi secara sukarela,” tegas  Noval.

Artikel lain

Wapres-Dubes Arab Saudi Bahas Kerja Sama Sektor Pendidikan

Pemberantasan Judi Online, Kemenkominfo Temukan 176 Rekening Bank

Deklarasi Anies-Muhaimin, Surya Paloh Janjikan Paslon Pertama Daftar ke KPU

Dalam pernyataan persnya, Tim Advokasi untuk Kemanusiaan Rempang mendesak, Kapolresta Barelang menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan terhadap delapan warga Rempang-Galang yang telah ditetapkan tersangka. Dan, jajaran Polri untuk menghentikan seluruh upaya pemidanaan yang dipaksakan terhadap warga yang memperjuangkan tanah dan kampung mereka. (Rep-02)

Sumber: Walhi Riau