Tunggak Tagihan Rp1 Miliar, PLN Putus Aliran Listrik ke PDAM Tirta Malem

oleh -3.687 Kali Dibaca
Mesin pompa milik PDAM Tirta Malem di Lau Bawang, Kabanjahe, tidak berfungsi pasca PLN memutus total aliran listrik ke PDAM karena menunggak tagihan listrik Rp1 miliar. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM –  Pemutusan aliran listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem, menyebabkan ribuan pelanggan tak mendapatkan suplai air bersih.

Pemutusan aliran listrik ini dilakukan PLN disebabkan BUMD milik Kabupaten Karo itu tak mampu membayar tagihan listrik ke PLN  selama delapan bulan senilai Rp1 miliar. PDAM Tirta Malem menyatakan tidak mampu membayar tagihan listrik ke PLN, dikarenakan 12 ribu pelanggannya menunggak tagihan pembayaran ke PDAM Tirta Malem sejak tahun 2000 dengan nilai Rp5 miliar.

Ribuan warga merupakan pelanggan PDAM Tirta Malem pun kini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sejak dua hari terakhir.

“Kami terpaksa membeli air dengan harga Rp30 ribu per drum. Mau gak mau harus dibeli karena air adalah kebutuhan pokok,” kata Raja Ginting  warga Kapten Bangsi, Kabanjahe.

Dikatakannya, dalam waktu dua hari terakhir, dirinya tidak mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Malem. Biasanya, Raja mendapatkan pasokan aliran air bersih dari pipa PDAM Tirta Malem ke dalam rumahnya, dua hari sekali.

Baca Berita:

AJI Surabaya Kecam Deportasi Jurnalis Yuli Arista dari Hongkong

Coffee Morning Pejabat Pemkab Karo Bahas Hog Cholera

“Biasanya air hidup (mengalir) ke rumah dua hari sekali. Tapi belakangan ini sudah dua hari air gak hidup (mengalir) lagi,” ujar Raja, Senin 2 Desember 2019.

Pemutusan aliran listrik oleh PLN, menyebabkan mesin pompa air milik PDAM Tirta Malem di kawasan Lau Bawang, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tak berfungsi. Ini menyebabkan pasokan air bersih kepada 7.000 pelanggan terganggu.

Plt Direktur PDAM Tirta Malem, Jonara Tarigan membenarkan pemutusan aliran listrik oleh PLN. Diakuinya, pemutusan listrik itu disebabkan PDAM Tirta Malem tak mampu membayar tunggakan listrik selama delapan bulan dengan nilai Rp1 miliar.

“Memang ada kendala pendistribusian air ke rumah warga, lantaran aliran listrik kita diputus oleh pihak PLN. Karena belum bayar tagihannya,” ungkap Jonara.

Untuk mengatasi masalah itu, PDAM Tirta Malem akan memanfaatkan sumber mata air lainnya, memasok suplai air bersih ke rumah pelanggan.

“Aliran listrik yang diputus PLN untuk mesin sedot dari mata air di Lau Bawang, pendistribusiannya untuk 7.000 lebih pelanggan. Sisanya ada empat mata air lagi yang masih bisa difungsikan. Langkah kita sekarang ini, optimalkan sisa mata air yang masih berfungsi semaksimal mungkin,” tegasnya.

Jonara menyebutkan pihaknya telah berulang meminta keringanan kepada PLN.

“Kita mohon untuk ditunda pemutusan sudah berkali-kali. Pemutusan sementara dilakukan, 31 Oktober kemarin. Karena gak terbayar juga, dilanjutkan pada 29 November dengan pemutusan total,” ungkapnya.

Mengenai bantuan dari Pemerintah Kabupaten Karo dalam mengatasi persoalan ini, Jonara menyatakan Pemkab Karo hanya memberikan bantuan fisik sesuai aturan, disebabkan PDAM Tirta Malem sudah mandiri.

“Karena memang begitulah peraturannya. Regulasinya memang seperti itu, biaya perawatan, perbaikan, dan lain-lain itu uangnya dari pelanggan semua, tidak ada bantuan dana segar dari Pemkab Karo,” tuturnya.

Jonara menegaskan, persoalan ini juga terkait dengan kepatuhan para pelanggan PDAM Tirta Malem dalam membayar tagihan. PDAM Tirta Malem mencatat ada 12 ribu pelanggan yang tidak membayar tagihan air ke PDAM Tirta Malem sejak tahun 2000 hingga 2019, nilainya mencapai Rp5 miliar.

“Gimana mau kita bayar tagihan listrik, pelanggan saja tidak mau bayar tagihan airnya yang mencapai Rp5 miliar. Tunggakan data pelanggan mencapai 12 ribuan lebih. Sedangkan buat bayar rekening listrik pompa air perbulannya mencapai Rp180 juta,” pungkas Jonara. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *