• Kamis, 2 Desember 2021

Gempa 5,4 Magnitudo Dirasakan Warga Pandeglang Hingga 5 Detik

- Minggu, 23 Mei 2021 | 14:05 WIB

RIENEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitufdo (M)5,4 dirasakan dengan skala instensitas sedang oleh warga di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu 23 Mei 2021.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang menginformasikan warganya merasakan guncangan dengan tingkat sedang. Durasi guncangan yang dirasakan berlangsung selama 3 hingga 5 detik. Selain kabupaten ini, BNPB juga menerima laporan dari BPBD Kota Serang yang menyebutkan warganya merasakan guncangan lemah selam 2 hingga 3 detik,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Minggu 23 Mei 2021.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan,  gempa bumi M5,4 terjadi pada pukul 10.50 WIB. Pusat gempa Pandeglang berada arah 18 kilometer barat laut Sumur, Provinsi Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga:

Gempa Blitar, BNPB Rilis Data Kerusakan di 6 Kabupaten dan Kota

Pemkab Karo Kembali Mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian BPK

Menurut BMKG, intensitas guncangan gempa Pandeglang dengan skala MMI dirasakan pada skala III MMI di wilayah Sumur, Cigeulis, Panimbang, Picung, Sindangresmi dan Wanasalam. Sedangkan skala II MMI dirasakan di wilayah Tanjung Bintang, Kalianda, Penengahan, Palas, Ketapang, Sragi, Candipuro, Bakauheni, Way Sulan, Wai Panji, Jabung, Pasir Sakti, Waway Karya, Sukarame, Rajabasa, Leuwiliang, Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, Jasinga, Cigudeng, Tenjo, Ciomas, Dramaga dan sekitarnya.

Provinsi Banten termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 8 kabupaten dengan luas 391.475 hektar yang berada pada kawasan bahaya tersebut.

Kedelapan wilayah administrasi tersebut yaitu Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang, Tangerang Selatan, Cilegon, Serang dan Kota Tangerang. Pandeglang berada pada wilayah luas bahaya tertinggi di antara kedelapan wilayah di Provinsi Banten.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa bumi dan tsunami. Belum ada teknologi yang dapat memastikan secara akurat waktu akan terjadi gempa bumi.

Dalam merespons gempa bumi, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap dampak kerusakan bangunan. Korban jiwa tidak disebabkan karena fenomena gempa tetapi bangunan yang rusak akibat guncangan gempa. (Rep-02)

 

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X