• Minggu, 28 November 2021

Musim Hujan Tiba, 9 Kabupaten di Pulau Borneo Tetapkan Status Darurat Banjir

- Minggu, 12 September 2021 | 19:50 WIB

RIENEWS.COM – Sembilan kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menetapkan status darurat, dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

Akhir Agustus 2021 lalu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, BMKG memprediksi musim hujan akan datang lebih awal, mulai September hingga November.

Disebutkannya, terdapat 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan memasuki musim hujan secara berturut-turut, sejak September, Oktober, dan November 2021.

Adapun wilayah yang masuk musim penghujan bulan ini (September), Sumatera tengah dan sebagian wilayah di Pulau Borneo (Kalimantan).

Kepala Sub Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Kalteng, Alpius Patanan menyebutkan, hingga Minggu 12 September 2021, banjir berangsur surut kecuali di wilayah Kabupaten Katingan.

Baca Juga:

8 Rumah Warga di Bogor Rusak Akibat Tanah Longsor, Awas Longsor Susulan

Cegah Wanita Karo dari Kanker Serviks, YKI Cabang Karo Gelar IVA Test

“Pada bagian hilir masih terendam. Jika tidak ada hujan intensitas lebat yang terjadi ke depan, semoga banjir bisa semakin surut," ujarnya.

Dalam penanganan banjir di Kalteng, sembilan wilayah kabupaten telah menetapkan status darurat.

Alpius menyebutkan, Kabupaten Pulau Pisau dan Kabupaten Murung Raya telah menetapkan status Siaga Darurat bencana banjir. Tujuh kabupaten lainnya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Gunung Mas, menetapkan status Tanggap Darurat bencana banjir.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, pada Jumat 10 September 2021, BNPB melalui Kedeputian Logistik dan Peralatan telah memberikan bantuan logistik serta peralatan kepada BPBD Katingan untuk penanganan bencana banjir.

Adapun bantuan tersebut antara lain, perahu polyethylene sejumlah 2 unit, makanan siap saji sebanyak 3.000 paket, lauk pauk 2.000 paket dan makanan tambahan gizi 5.004 paket.

2.021 Warga Tanah Laut Terdampak Banjir

Sebanyak 2.021 jiwa yang tersebar di Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Kintap, dan Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan terdampak banjir yang terjadi pada Sabtu 11 September 2021.

Banjir terjadi karena intesitas hujan yang tinggi sejak Jumat 10 September 2021.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tanah Laut, dampak banjir di Kecamatan Batu Ampar menyebabkan 75 unit rumah terendam dan 232 jiwa terdampak. Di Kecamatan Kintap, 1.789 jiwa terdampak dan 544 unit rumah terendam banjir. Ketinggian air di Kecamatan Kintap mencapai 50 sentimeter. Sedangkan di Kecamatan Panyipatan, dilaporkan banjir berangusr surut.

“Untuk sementara belum ada warga yang diungsikan," kata Esty, Pusdalops BPBD Kabupaten Tanah Laut.

Banjir juga menyebabkan tanggul di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, jebol. Hal ini mengakibatkan rumah warga terendam. “Curah hujan tinggi yang terjadi semalaman, sejak kemarin (10/9), sehingga tanggul tidak kuat menahan luapan air," tutur Esty.

BPBD Tanah Laut masih terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi terkini di lapangan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, data BNPB mencatat bencana Hidrometeorologi masih mendominasi sepanjang Agustus 2021.

Hujan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu kejadian banjir dengan frekuensi cukup tinggi, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Kalimantan diprediksi akan memasuki musim hujan pada bulan September 2021. Hal ini berpengaruh pada meningkatnya potensi kejadian bencana hidrometeorologi basah di wilayah tersebut.

Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG tersebut juga diinformasikan oleh BPBD Kabupaten Tanah Laut kepada masyarakat di wilayahnya melalui pesan singkat dan media sosial.

"Kami selalu bagikan informasi peringatan dini tersebut kepada masyarakat melalau grup WhatsApp dan media sosial secara rutin," pungkas Esty. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB

Hujan Lebat 13 Desa di Ketapang Dilanda Banjir

Senin, 1 November 2021 | 20:33 WIB

Kepala BNPB Tekankan Antisipasi Dampak La Nina

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Banjir 2,5 Meter di Sekadau Telan Satu Korban Jiwa

Kamis, 28 Oktober 2021 | 22:40 WIB
X