• Kamis, 2 Desember 2021

Peningkatan Kapasitas BPBD Dalam Kaji Kebutuhan dan RR Pasca Bencana

- Sabtu, 18 September 2021 | 11:19 WIB

RIENEWS.COM – Build back better, safer and sustainable merupakan prinsip Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BNPB dalam penanganan dan penanggulangan dampak bencana di wilayah.

Untuk mengwujudkan hal itu, diperlukan peningkatan kapasitas BPBD provinsi, kabupaten dan kota dalam pengkajian kebutuhan dan rencana rehabilitasi-rekonstruksi (RR) pasca bencana.

Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Johny Sumbung menyatakan bahwa seluruh program maupun kegiatan rehabilitasi-rekonstruksi pasca bencana harus selaras dan terintegrasi secara holistik dengan rencana pembangunan, baik di tingkat pusat dan daerah. Rencana pembangunan yang dimaksudkan yaitu rencana pembangunan jangka menengah nasional dan daerah, rencana kerja pemerintah pusat dan daerah serta rencana pembangunan sektor terkait.

Hal itu disampaikan Johny  di hari pertama bimbingan teknis kepada petugas pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitupasna) dan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, yang dilaksanakan selama empat hari, sejak Selasa 14 September 2021 hingga Jumat 17 September 2021, di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga:

15 Ribu Dosis Vaksin Sasar Pelajar Karo

Banjir Kembali Landa Pulau Buru, Jembatan Antar Desa Putus

Pengkajian kebutuhan pasca bencana sangat penting untuk menyusun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkualitas. Melalui perencanaan yang baik, pemulihan dampak pascabencana dapat berjalan cepat dan efektif.

Hal ini, kata Johny Sumbung menjadi perhatian Badan Nasonal Penanggulangan Bencana (BNPB), khususnya Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.

Johny mengatakan, fokus pendampingan adalah proses dan mekanisme dari pengkajian kebutuhan pascabencana atau jitupasna. Jitupasna ini merupakan rujukan dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana atau sering disebut dengan R3P.

“Kegiatan pendampingan petugas jitupasna dan R3P merupakan bentuk komitmen bersama antara BNPB dan kementerian-lembaga beserta BPBD dan OPD (organisasi perangkat daerah) di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota,” ujar Johny Sumbung saat membacakan sambutan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.

Johny menambahkan, bimbingan teknis bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparatur sipil negara dalam melakukan Jitupasna dan penyusunan R3P di wilayah terdampak pasca bencana di daerah.

Bimbingan teknis pengkajian kebutuhan dan R3P diikuti BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Maluku Utara, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Landak, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kota Waringin Barat dan Kabupaten Katingan.

Selain dari BPBD, kegiatan juga diikuti peserta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Pemukiman dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Pada bimbingan teknis tersebut, narasumber dan fasilitator mengajak partisipasi peserta untuk berinteraksi dan membahas studi kasus dalam sesi diskusi kelompok. Kegiatan ini juga bermanfaat untuk saling bertukar pengalaman di daerah maupun transfer pengetahuan dari para narasumber maupun peserta.

Johny berharap bahwa bimbingan teknis ini akan tetap menjadi prioritas nasional, khususnya untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal dalam menyusun pengkajian kebutuhan dan R3P sesuai dengan prinsip build back better, safer and sustainable.

Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah mencapai target, yaitu sebanyak 120 peserta dari BPBD provinsi, kabupaten dan kota sebagai penerima manfaat bimbingan teknis kaji kebutuhan dan R3P. Pelaksanaan kegiatan sebelumnya berlangsung di Provinsi Sulawesi Barat dan Papua. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X