• Minggu, 28 November 2021

Dampak Cuaca Ekstrem, 20 Rumah Warga Kepulauan Talaud Rusak

- Sabtu, 18 September 2021 | 11:45 WIB

RIENEWS.COM – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menyebabkan 20 rumah warga rusak. Peristiwa terjadi di saat hujan lebat melanda kawasan itu pada Jumat 17 September 2021.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, cuaca ekstrem berupa angin kencang terjadi bersamaan hujan lebat, Jumat sore.

“Tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka,” sebut Muhari, Sabtu 18 September 2021.

Dampak bencana, sebanyak 20 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga sedang.

BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud mendata rumah rusak ringan sebanyak 19 unit dan satu lainnya rusak sedang. Kebanyakan rumah rusak terjadi pada bagian atap karena kuatnya angin kencang. Namun, rumah rusak lainnya akibat tertimpa pohon tumbang.

Baca Juga:

Peningkatan Kapasitas BPBD Dalam Kaji Kebutuhan dan RR Pasca Bencana

15 Ribu Dosis Vaksin Sasar Pelajar Karo

Wilayah yang terdampak angin kencang berada di Kecamatan Melonguane, Lirung dan Beo Selatan.

Paska kejadian, para warga dibantu petugas BPBD setempat bergotong royong untuk membersihkan material bangunan yang terhempas angin. Petugas BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan kerusakan di lapangan.

Menurut Muhari, kurun waktu 2015 – 2020, angin kencang tercatat hanya terjadi sekali, pada 20 Oktober 2020. “Saat itu, angin kencang mengakibatkan delapan unit rumah warga rusak. Wilayah terdampak berlokasi di Kecamatan Essang Selatan,” kata Muhari.

BNPB selalu mengimbau kepada pemerintah daerah, khususnya BPBD, terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang maupun angin puting beliung. Kondisi ini dapat terjadi atau menyertai saat hujan berlangsung. Selain itu, fenomena cuaca ekstrem tersebut biasa terjadi saat pergantian musim dari musim kemarau ke hujan dan sebaliknya.

Menghindari dari bahaya angin kencang, masyarakat diimbau untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan jangan berada di bawah pohon maupun papan baliho. Selain itu, masyarakat dapat bergotong royong untuk memotong ranting-ranting pohon yang ada di sekitar guna mengantisipasi tumbangnya pohon akibat angin kencang maupun beban air saat hujan turun. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB

Hujan Lebat 13 Desa di Ketapang Dilanda Banjir

Senin, 1 November 2021 | 20:33 WIB

Kepala BNPB Tekankan Antisipasi Dampak La Nina

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Banjir 2,5 Meter di Sekadau Telan Satu Korban Jiwa

Kamis, 28 Oktober 2021 | 22:40 WIB
X