• Kamis, 2 Desember 2021

Banjir Bandang "Menggulung" 2 Kecamatan di Minahasa Tenggara

- Selasa, 21 September 2021 | 21:15 WIB

RIENEWS.COM – Dua kecamatan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, dilanda banjir bandang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat melaporkan, dampak banjir bandang di Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur, menyebabkan 3 unit bangunan hanyut, dan puluhan lainnya bangunan rusak.

Banjir bandang setinggi 3 meter melanda kedua kecamatan terjadi, Senin 20 September 2021, pukul 14.30 waktu setempat.

“BPBD Minahasa Tenggara terus melakukan pendataan dampak banjir bandang Peristiwa yang terjadi pada Senin (20 September 2021), ketinggian muka air berkisar 200 hingga 300 sentimeter,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa pagi, 21 September 2021.

Baca Juga:

3 Bangunan Tertimpa Longsor di Cianjur, Satu Warga Luka Berat

Berkat Kepedulian, Owa Ungko Ini Berhasil Diselamatkan

Disebutkannya, banjir bandang membawa material kayu dan lumpur dari pegunungan Manimporok.

“Data sementara pada (Senin) sore, peristiwa ini mengakibatkan 33 unit rumah terdampak dan 3 bangunan hanyut di Kecamatan Ratahan. Dengan rincian, rumah warga 1 unit, kios 1 dan bengkel 1.  Sedangkan di Ratahan Timur, banjir bandang berdampak pada rumah warga 17 unit dan balai 1,” jelas Muhari.

Muhari menyatakan, BPBD Minahasa Tenggara melakukan upaya penanganan darurat dengan menyiagakan tim reaksi cepat, salah satunya evakuasi warga dan kaji cepat di lapangan.

“BPBD juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam memastikan keselamatan warga yang terdampak di dua kecamatan tersebut. Selain itu, personel BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara pun turut membantu penanganan darurat di wilayah terdampak,” sebut Muhari.

Abdul Muhari menelaskan, berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Minahasa Tenggara termasuk wilayah dengan potensi banjir bandang dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 10 kecamatan berada pada kategori (sedang-tinggi) tersebut.

“Salah satunya Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur,” sebut Muhari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di Wilayah Tomohon, Kotamobagu, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Muhari mengingatkan masayrakat di masa husim hujan, diharapkan dapat melakukan aksi dini, salah satunya melakukan saling berkoordinasi antara masyarakat yang berada di kawasan hulu dengan mereka yang berada di sisi hilir. Koordinasi dengan radio komunikasi dapat melibatkan organisasi masyarakat seperti RAPI atau Orari  atau penggunaan telepon selular untuk menginformasikan kondisi hujan di kawasan hulu. Ini akan membantu warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai untuk melakukan evakuasi sejak dini.

BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pelibatan berbagai organisasi dengan peran yang dimiliki untuk menginformasikan peringatan dini kepada masyarakat sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari pada saat terjadi bencana,” pungkas Muhari. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X