• Kamis, 2 Desember 2021

Bencana Hidrometeorologi Landa Sulawesi Utara dan NTB

- Kamis, 23 September 2021 | 21:47 WIB

RIENEWS.COM – Tiga kabupaten di dua provinsi dilanda bencana hidrometeorologi di hari yang sama.

Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Kejadian tersebut dipicu salah satunya hujan lebat sejak pukul 10.00 WITA, pada Rabu 22 September 2021.

Bencana ini melanda Desa Batu Merah, Cempaka, Bolangat Induk, Bolangat Timur di Kecamatan Sangtombolang, Desa Batu Rapa, Sauk, Buntalo di Kecamatan Lolak, serta Desa Singsingon Timur di Kecamatan Passi Timur.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow masih melakukan pendataan korban jiwa banjir bandang,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis 23 September 2021.

Diungkapkannya, informasi sementara dari BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow menyebutkan, sejumlah warga Desa Batu Merah ada yang mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat terdekat atau pun tempat ibadah.

Baca Juga:

Jelang Perhelatan PON XX di Papua, BNPB Kirim Bantuan Logistik Prokes Covid-19

Banjir Bandang "Menggulung" 2 Kecamatan di Minahasa Tenggara

Banjir bandang juga mengakibatkan bangunan publik terdampak, seperti sekolah dasar dan gereja, masing-masing satu unit.

“Sedangkan kerusakan di sektor perumahan, BPBD setempat masih melakukan pendataan. Material lumpur yang terbawa oleh banjir bandang menutup jalan penghubung antara Desa Singsingon Timur dan Desa Mobuya di Kecamatan Passi Timur. Jalan tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor,” ungkap Muhari.

Material lumpur juga sempat menutup ruas jalan trans Sulawesi, penghubung Kabupaten Bolaang Mongondow menuju Bolaang Mongondow Utara. Alat berat telah diturunkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Balai Jalan Provinsi untuk pembersihan lumpur dan kayu yang menutupi ruas jalan tersebut.

“Informasi kondisi mutakhir yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Rabu malam, banjir mulai surut. Personel tim reaksi cepat (TRC) BPBD setempat masih berada di lokasi terdampak untuk memantau kondisi dan menyiagakan diri apabila ada warga yang membutuhkan evakuasi maupun pertolongan,” jelasnya.

Banjir di Bolaang Mongondow Utara

Bencana hidrometeorologi, berupa banjir juga terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Wilayah terdampak bersebelahan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow, yaitu Bolaang Mongondow Utara.

“BPBD Bolaang Mongondow Utara menginformasikan banjir melanda dua desa di wilayahnya. BPBD setempat melaporkan banjir menerjang Desa Busisinggo dan Mukosato di Kecamatan Sangkub. Peristiwa ini berlangsung pada Rabu (22 September 2021), pukul 11.15 WITA,” kata Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Banjir tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi, sehingga debit air Sungai Sangkub meluap.

Pantauan TRC BPBD Bolaang Mongondow Utara, tinggi muka air berkisar 30 hingga 75 cm. “Peristiwa ini mengakibatkan 70 rumah warga terendam. Di samping itu, sebanyak 4 KK atau 11 jiwa mengungsi ke tempat yang aman,” jelar Muhari.

BPBD telah merespons banjir di dua desa dengan mengerahkan personel untuk penanganan darurat. Pihaknya berkoordinasi dengan aparat pemerintah desa guna pendataan dan kesiapsiagaan apabila ada warga membutuhkan evakuasi atau pertolongan.

Muhari menyatakan, kedua kabupaten terdampak banjir dan banjir bandang termasuk wilayah dengan potensi bahaya kategori sedang hingga tinggi. Analisis inaRISK pada potensi banjir bandang di kabupaten Bolaang Mongondow teridentifikasi di 8 kecamatan. Tiga kecamatan yang kali ini terdampak termasuk dari kedelapan kecamatan tersebut.

Masih pada analisis inaRISK, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memiliki 6 kecamatan yang berpotensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Kecamatan Sangkub termasuk dari wilayah kecamatan dengan potensi tersebut.

Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang. BMKG telah merilis potensi cuaca ekstrem, khususnya wilayah-wilayah yang mengalami peralihan musim, dari musim kemarau ke musim hujan.

BMKG dalam siaran pers, Rabu 22 September 2021, menyebutkan fenomena gelombang atmosfer yang teridentifikasi aktif di sekitar wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi, dapat memicu cuaca ekstrem.

Sepekan ke depan hampir sebagian wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Wilayah yang berpotensi antara lain Sulawesi Utara.

17 Rumah di Lombok Tengah Diterang Angin Kencang

Dari Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan 17 unit rumah warga di tiga desa rusak akibat angin kencang yang melanda.

“Tiga desa terdampak yakni Desa Monggas di Kecamatan Kopang, Desa Montong Terep dan Desa Mertak Tombok di Kecamatan Praya. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan turunnya hujan yang berlangsung pada Rabu (22 September 2021) pukul 22.00 WITA,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

BPBD Kabupaten Lombok Tengah melaporkan, terdapat satu warga mengalami luka akibat material bangunan tersapu anging kencang. Sebanyak 28 KK terdampak peristiwa ini.

“Pihak BPBD Kabupaten Lombok Tengah juga telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan dan melakukan evakuasi terhadap korban luka,” kata Muhari.

Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi NTB, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, unsur TNI-POLRI dan warga sekitar bergotong royong membersihkan puing pohon tumbang dan material yang terbawa saat terjadi peristiwa ini. Para warga yang terdampak akan mendapat bantuan bahan bangunan dari pemerintah setempat. Kondisi terkini dilapangan, dilaporkan cuaca saat ini sudah kondusif. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X