• Kamis, 2 Desember 2021

Pencarian Tiga Korban Longsor di Desa Sugihen Karo Dilanjutkan

- Senin, 27 September 2021 | 21:49 WIB

RIENEWS.COM – Hingga Senin 27 September 2021, tim gabungan TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Karo melanjutkan pencarian terhadap tiga korban tanah longsor di Desa Sugihen, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Peristiwa longsor terjadi Minggu 26 September 2021, menyebabkan satu orang, pekerja kontruksi, meninggal dunia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, peristiwa gerakan tanah terjadi pada Minggu sekitar pukul 15.08 WIB.

“Tim gabungan telah mengevakuasi dan mengidentifikasi korban (meninggal) setelah dua jam proses pencarian (Minggu) sore itu,” kata Muhari.

Peristiwa longsor tersebut menyebabkan tiga pekerja hilang dan satu lainnya luka berat. “Tim gabungan yang dibantu warga desa masih berusaha untuk mencari warga yang masih dinyatakan hilang tersebut, sedangkan warga luka-luka telah mendapatkan perawatan medis. Korban terdampak berada di lokasi perbaikan penahan tebing jalan dan saluran air. Proses pencarian dan evakuasi yang terdiri dari TNI, Polri dan BPBD akan dilanjutkan pada pagi hari ini, Senin (27 September 2021),” kata Muhari.

Baca Juga:

Karhutla di Tapin Padam Total

12 Kecamatan di Gunung Mas Dilanda Banjir, Status Darurat Diperpanjang

Dikatakannya, upaya penanganan darurat masih dilakukan BPBD Karo, pendataan terkait dampak tanah longsor tersebut.

Menurut Muhari, peristiwa longsor dipicu oleh struktur tanah yang labil dan hujan lebat di wilayah tersebut.

“Pihak BPBD Kabupaten Karo masih melakukan kajian di lapangan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya longsor,”imbuhnya.

Longsor terjadi di area pembangunan dinding penahan pada tebing jalan dan saluran air.

BPBD Karo menyebutkan, kawasan yang terjadi longsor, daerah rawan longsor. Tahun lalu, kejadian serupa pernah terjadi, oleh pemerintah daerah setempat melakukan pembangunan dinding penahan di sisi  yang rawan longsor.

Daerah Rawan Longsor

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, Kabupaten Karo termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 17 kecamatan berada pada potensi tersebut, termasuk salah satunya Kecamatan Dolat Rayat.

“Luas bahaya di sejumlah kecamatan tersebut mencapai 104.800 hektar,” ujar Muhari.

Analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mencatat sejumlah wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. Wilayah dengan potensi ini teridentifikasi di Kecamatan Barusjahe, Berastagi, Dolat Rayat, Juhar, Laubeleng, Mardingding, Merdeka, Merek, Namanteran, Payung, Tigabinanga dan Tiganderket.

Sedangkan pada kategori menengah, wilayah teridentifikasi yaitu Kecamatan Kabanjahe, Kutabuluh, Simpang Empat dan Tigapanah.

Sementara itu, pantauan peringatan dini cuaca BMKG menyebutkan bahwa wilayah Sumatra Utara berpeluang hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada 27 – 28 September 2021.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, salah satunya tanah longsor. Warga bersama anggota masyarakat lain dapat melakukan pemantauan bersama di lapangan, khususnya mengidentifikasi potensi gerakan tanah. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu untuk ditingkatkan, khususnya di saat musim hujan. Hujan lebat dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya gerakan tanah dan berujung tanah longsor. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X