• Minggu, 28 November 2021

Bencana Hidrometeorologi, Empat Warga Padang Pariaman Meninggal Dunia

- Kamis, 30 September 2021 | 22:44 WIB

RIENEWS.COM – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sebanyak 10 kecamatan di kabupaten tersebut terdampak bencana. Salah satu pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi, intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

Dilaporkan empat orang meninggal dunia dalam bencana yang terjadi, Rabu sore, 29 September 2021. Selain korban meninggal dunia, dilaporkan lima orang mengalami luka-luka.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman menyebutkan, dampak bencana hidrometeorologi menyebabkan 338 unit rumah, 80 hektar lahan pertanian, satu unit fasilitas ibadah dan satu unit fasilitias pendidikan terendam banjir. Ketinggian air mencapai 2 meter.

Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Andri Liska Putra menyebutkan, terdapat sekitar 72 warga terdampak bencana dievakuasi ke tempat yang lebih, ke rumah kerabat atau keluarga terdekat.

Baca Juga:

Bupati Karo Targetkan 2021 Produksi Jagung Meningkat Dibanding 2020

Perkuat Prokes Jelang PON XX Papua, BNPB Lancarkan Gerakan Mobil Masker

"Sampai saat ini (kami) masih melakukan giat evakuasi warga ke tempat yang lebih aman di rumah keluarga terdekat," kata Andri, Kamis 30 September 2021.

Dalam penanganan dampak bencana, BPBD Kabupaten Padang Pariaman menghadapi kendala terbatasnya peralatan dan wilayah yang terdapat banyak titik bencana.

"Kami masih menggunakan alat tradisional seperti gerobak, cangkul dan juga ada gergaji mesin. Tapi kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dukungan penanganan bencana," ungkap Andri.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Padang Pariaman menyebar di 10 kecamatan dan 14 kelurahan atau nagari. Di Kecamatan Batang Anai wilayah terdampak Nagari Katapiang, Sungai Buluah Timur, Sungai Buluah Selatan dan Kasang. Kecamatan Ulakan Tapakih di Nagari Mangopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Lubuak Aluang di Nagari Lubuak Aluang dan Pasie Laweh Lubuak Aluang dan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam di Nagari Anduriang.

Kemudian Kecamatan Sintuak Toboh Gadang di Nagari Sintuak, Kecamatan Sungai Limau di Nagari Kuranji Hilia, Kecamatan V Koto di Nagari Campago, Kecamatan VII Koto Patamuan di Nagari Tandikek, Kecamatan Anam Lingkuang di Nagari Parik Malintang dan Kecamatan IV Koto Aua Malintang di Nagari III Koto Aua Malintang.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari menyatakan, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi Sumatera Barat didominasi dengan cuaca berawan dan cerah berawan pada 30 September sampai 1 Oktober 2021.

“Kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi bahaya banjir, banjir bandang, tanah longsor dan cuaca ekstrem (angin kencang) pada tingkat sedang hingga tinggi,” kata Muhari.

BNPB mengimbau masyarakat serta perangkat daerah untuk meningkatkan kewaspadaan pada potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca pada laman BMKG dan potensi bencana pada inaRISK, mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi vegetasi pada daerah rawan longsor, menjaga kebersihan daerah saluran air dan pemotongan bagian pohon yang mudah patah secara berkala, mempersiapkan lokasi evakuasi serta melakukan simulasi secara rutin untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB

Hujan Lebat 13 Desa di Ketapang Dilanda Banjir

Senin, 1 November 2021 | 20:33 WIB

Kepala BNPB Tekankan Antisipasi Dampak La Nina

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 23:06 WIB

Banjir 2,5 Meter di Sekadau Telan Satu Korban Jiwa

Kamis, 28 Oktober 2021 | 22:40 WIB
X