• Kamis, 2 Desember 2021

Aktivitas Vulkanis Gunungapi Ile Lewotolok Meningkat, Sehari 26 Kali Erupsi

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 22:22 WIB

RIENEWS.COM – Aktivitas vulkanis gunungapi Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat. Dalam sehari, gunungapi Ile Lewotolok kini berstatus level III atau waspada, mencapai 26 kali erupsi.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata yang dihimpun dari hasil koordinasi dengan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi gunungapi Ile Lewotolok dapat terjadi hingga 26 kali dalam sehari.

“Peningkatan sejak awal bulan ini. Bahkan sebelumnya sudah dua minggu bisa 25 hingga 26 kali erupsi per hari,” jelas Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Lembata, dr. Geril H Noning, Kamis malam, 7 Oktobr 2021.

Gunungapi yang berada di bagian utara Pulau Lembata itu, dijelaskan Geril, rata-rata mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian antara 300-800 meter dari puncak.

Beberapa waktu tertentu, hujan abu vulkanik juga turun dan berdampak ke sejumlah wilayah penyangga gunungapi Ile Lewotolok tersebut. Kendati demikian, warga tetap tenang dan dapat menyesuaikan diri serta sudah mengikuti arahan dari pihak yang berwenang.

“Masyarakat sudah ready dengan kondisi itu dan apabila terjadi apa-apa,” ujar Geril.

Baca Juga:

Sentra Vaksinasi untuk Warga Dosis Dua Sasar Pekerja Seks

Bahaya Narkoba, Kepala BNNK Karo Sebut 10 Ribu Orang Menjadi Korban

Sebagai upaya untuk memberikan dukungan kepada masyarakat dalam rangka mitigasi dan penguatan kapasitas, BPBD Kabupaten Lembata telah aktif memberikan sosialisasi terkait erupsi Ile Lewotolok. BPBD Kabupaten Lembata juga telah menyiapkan tempat pengungsian masyarakat dan memberikan sosialisasi kepada mereka apa yang diperlukan serta bagaimana untuk mencapai tempat-tempat pengungsian tersebut apabila memang diperlukan evakuasi terkait erupsi.

“Mereka juga dipersiapkan untuk ditarik ke pengungsian apabila memang perlu,” jelas Geril.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Lembata juga terus memberikan informasi kepada masyarakat agar selalu waspada apabila terjadi hujan di bagian puncak gunungapi Ile Lewotolok.

Menurut Geril, hujan di puncak gunungapi Ile Lewotolok dengan ketinggian 1.432 mdpl itu dapat berpotensi terjadi banjir lahar dingin. Terlebih wilayah Indonesia akan dan sedang memasuki musim penghujan.

“Kami ingatkan terus. Ini kan masuk musim penghujan,” kata Geril.

Berdasarkan data PVMBG per Kamis (7 Oktober 2021), pukul 18.00-24.00 WITA, gunungapi Ile Lewotolok teramati 7 kali letusan dengan tinggi 300-600 meter di atas puncak dengan warna asap putih kelabu.

Berita Terkait: Erupsi Gunung Ili Lewotolok Sebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan

Gemuruh dan dentuman lemah hingga kuat terpantau dan lontaran material lava pijar teramati sejauh kurang lebih 300 meter mengarah ke tenggara.

Sementara data pemantauan PVMBG pada Jumat (8 Oktober 2021), pukul 00.00-06.00 WITA, gunungapi Ile Lewotolok teramati jelas. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 100-300 meter di atas puncak kawah.

Selama enam jam terakhir juga teramati 6 kali letusan dengan tinggi 300 meter dengan warna asap putih dan kelabu. Gemuruh dan dentuman terpantau lemah hingga kuat dan teramati lontaran material lava pijar kurang lebih 300 mdpl.

Rekomendasi

PVMBG memberikian rekomendasi kepada masyarakat di sekitar gunungapi Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah.

Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah gunungapi Ile Lewotolok.

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada disekitar gunungapi Ile Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi gunungapi Ile Lewotolok setiap saat dari PVMBG.

Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi gunungapi Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.

Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X