• Kamis, 2 Desember 2021

Ini Laporan BNPB Dampak Gempa Bumi 5,3 Magnitudo di Malang

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:55 WIB

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerusakan bangunan dampak gempa bumi berkekuatan 5,3 magnitudo (M) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat 22 Oktober 2021, pukul 09.21 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa bumi M5,3 berpusat di laut, 75 kilometer selatan Kepanjen, Malang, dengan kedalaman 33 kilometer.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, dampak gempa menyebabkan kerusakan bangunan di Kabupaten Blitar.

“BPBD Kabupaten Blitar melaporkan bahwa guncangan gempa bumi tersebut memang sempat dirasakan sedang selama 2-4 detik di Kabupaten Blitar. Laporan visual dari BPBD Kabupaten Blitar, atap bagian teras gedung Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, mengalami kerusakan dan terjatuh hingga ke tanah. Kerusakan bangunan lainnya menurut asesmen sementara meliputi, 1 gedung kantor Desa Sarang dilaporkan rusak ringan, 1 unit rumah rusak ringan, 1 gedung balai kesenian Desa Sidorejo rusak ringan dan 1 gedung kantor Kecamatan Binangun rusak ringan. Hingga siaran pers ini diturunkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa,” kata Muhari, Jumat siang.

Baca Juga:

Angin Puting Beliung Landa Tiga Kecamatan di Barito Kuala

Curah Hujan Tinggi, 500 Kepala Keluarga di Kota Bengkulu Mengungsi Akibat Banjir

BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas instansi guna pendataan dampak yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

BMKG dalam keterangan resminya menyebut bahwa gempa bumi M 5,3 Kabupaten Malang itu merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini juga dirasakan di daerah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember dan Trenggalek. Hingga hari Jumat, 22 Oktober 2021 pukul 09:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, masyarakat diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempabumi dan selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X