• Kamis, 2 Desember 2021

BNPB Gandeng Intelektual Membangun Ketangguhan Masyarakat Hadapi Bencana

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 19:51 WIB

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengandeng intelektual membangun ketangguhan masyarakat menghadapi potensi ancaman bencana di Tanah Air. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi pantheliks penanggulangan bencana.

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, S.T., M.Si. menyatakan, intelektual sebagai bagian dari pentaheliks sangat berkontribusi dalam penanggulangan bencana. Peran ilmuwan dan peneliti memberikan sumbangsih karya dan kerja dalam pengurangan risiko bencana.

“Mereka merupakan pakar atau akademisi sebagai bagian dalam pentaheliks penanggulangan bencana di Indonesia,” ujar Lilik dalam webinar bertema ‘Peran Intelektual dalam Membangun Ketangguhan Menghadapi Bencana’ digelar sebagai rangkaian peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2021, Sabtu 23 Oktober 2021.

Ketua Dewan Pembina Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Si. mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami berbagai kejadian bencana. Namun demikian, pengalaman ini menjadikan masyarakat semakin tangguh dalam menghadapinya. Terkait dengan berbagai kejadian bencana yang terjadi, Syamsul menekankan bahwa Indonesia bukan sebagai negeri supermarket bencana.

Baca Juga:

Ini Laporan BNPB Dampak Gempa Bumi 5,3 Magnitudo di Malang

Angin Puting Beliung Landa Tiga Kecamatan di Barito Kuala

“Kita harus mulai dengan paradigma baru, yaitu Indonesia sebagai laboratorium bencana,” ungkap Syamsul Maarif.

Ia juga mengungkapkan bahwa akademisi dan intelektual memiliki peran khusus yang sangat bermanfaat dalam mendorong ketangguhan bersama. Saat menjabat Kepala BNPB periode pertama, Syamsul selalu menekankan peran perguruan tinggi dalam penanggulangan bencana. End to end dari penanggulangan bencana adalah keselamatan jiwa manusia.

Syamsul merupakan penggagas lahirnya konsep keilmuan dalam menanggulangi bencana, khususnya pengurangan risiko bencana. Ia sangat mendorong teknologi karya anak bangsa melalui kajian atau pemutakhiran riset maupun peralatan yang bermanfaat dalam penanggulangan bencana.

Melalui webinar itu, para narasumber menyatakan bahwa para intelektual memiliki peran strategis untuk membangun ketangguhan menghadapai bencana. Mereka dengan kemampuan pemikiran kritis dapat melakukan pendekatan kolaboratif di tingkat daerah dan pusat. Para akademisi maupun pakar diharapkan selalu bersinergi dengan heliks lainnya, yaitu pemerintah, masyarakat, lembaga usaha dan media massa.

Webinar yang digelar dengan kerja sama IABI dan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (DPP PIKI), menghadirkan narasumber lainnya, Dr. Suprayoga Hadi, MSP (Wakil Ketua 1 IABI Bidang Kerja sama), Dr. Wilson Therik (Ketua Pusat Studi Bencana UKSW).

Pembukaan webinar menghadirkan Ketua Umum IABI Ir. Harkunti Pertiwi, Ph.D. dan Ketua Umum DPP PIKI Dr. Badikenita Putri Sitepu, S.E., M.Si. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X