• Kamis, 2 Desember 2021

BNPB Minta Seluruh BPBD Siaga Hadapi Dampak Fenomena La Nina

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 20:54 WIB

RIENEWS.COM - BNPB meminta seluruh BPBD mengambil langkah antisipasi dampak fenomena La Nina. Seruan ini bertujuan mencegah maupun menghindari dampak buruk bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang, yang dipicu fenomena La Nina.

Kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat ini merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi La Nina di Indonesia yang dapat terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022. Fenomena tersebut merupakan anomali iklim global yang dapat memicu peningkatan curah hujan.

“Catatan historis menunjukkan bahwa La Nina tahun 2020 menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia hingga 20 persen sampai dengan 70 persen dari kondisi normalnya,” pesan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi dalam surat edaran pada Jumat 20 Oktober 2021.

Ia menekankan bahwa peningkatan curah hujan itu berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

Baca Juga:

Banjir 2,5 Meter di Sekadau Telan Satu Korban Jiwa

Bupati Karo Minta PKK Berperan di Tengah Masyarakat

Menyikapi potensi bahaya dampak La Nina, Prasinta mengharapkan BPBD  provinsi untuk mewaspadai dan menginstruksikan BPBD di tingkat kabupaten dan kota melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.

Upaya dini yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan koordinasi dengan BMKG di daerah serta pemantauan secara berkala informasi iklim dan perkembangan cuaca maupun peringatan dini cuaca ekstrem. Selain itu, BPBD meningkatkan koordinasi antar dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan sesuai tugas pokok fungsi dan kewenangan.

Kota Dumai Dilanda Banjir

Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir di Kota Dumai, Riau,  pada Kamis 28 Oktober 2021. BPBD Kota Dumai melaporkan terdapat 695 KK / 2.731 jiwa dan 695 unit rumah terdampak.

Banjir melanda pemukiman warga di Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan dengan tinggi muka air berkisar antara 50 - 100 sentimeter,” ungkap Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat 29 Oktober 2021.

Pasca kejadian, sebut Muhari, BPBD Kota Dumai melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna melakukan penanganan darurat. BPBD Kota Dumai memberikan bantuan logistik kepada para warga yang terdampak banjir. Sebanyak 500 bantuan logistik makanan telah dibagikan, dan mendirikan tenda dan dapur umum.

“Hingga kini, dilaporkan ketinggian debit air sudah mulai berkurang sekitar 10 sentimeter dari kondisi awal,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan BMKG, Kota Dumai berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga tiga hari kedepan. “Sementara itu, analisa InaRISK menunjukan Kota Dumai memiliki potensi risiko banjir dengan kategori sedang hingga tinggi,” imbuh Muhari. (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X