• Kamis, 2 Desember 2021

Kepala BNPB Tekankan Antisipasi Dampak La Nina

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 23:06 WIB

RIENEWS.COM – Merujuk informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofiisika (BMKG), potensi La Nina di Indonesia dapat terjadi pada periode Oktober 2021 hingga Februari 2022.

Hingga Sabtu 30 Oktober 2021, terdata 4.112 warga di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terdampak banjir.

Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam kurun waktu lima tahun terakhir frekuensi bencana yang paling banyak terjadi adalah bencana hidrometeorologi dengan kejadian mendominasi yaitu banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

BNPB sebagai sektor utama dalam penanggulangan bencana terus mengingatkan pemerintah daerah maupun masyarakat untuk waspada dan mengantisipasi adanya potensi dampak La Nina di Indonesia.

"Kita sekarang tidak hanya berjuang melawan pandemi saja, tetapi juga bencana lainnya, salah satunya adalah bencana hidrometeorologi," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, Jumat 29 Oktober 2021, dalam Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi La Nina yang diselenggarakan secara daring.

Baca Juga:

Pemkab Karo Kembali Raih Piagam WTP LKPD 2020 dari Kemenkeu

BNPB Minta Seluruh BPBD Siaga Hadapi Dampak Fenomena La Nina

Ganip menjelaskan ada lima hal yang dapat dilakukan sebagai upaya mitigasi dan pencegahan jangka pendek dalam menghadapi dampak dari La Nina yang dapat menimbulkan beberapa kejadian bencana hidrometeorologi.

Pertama adalah dengan memeriksa dan memastikan kesiapan personel, alat, sarana dan prasarana pendukung lainnya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggelar apel kesiapsiagaan oleh segenap komponen di daerah provinsi dan kabupaten/kota.

Selanjutnya pada level daerah diminta untuk menyiapkan rencana kontijensi (renkon) daerahnya masing-masing. BNPB telah menginstruksikan kepada BPBD untuk menyusun renkon dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

Pemerintah juga dapat menyiapkan status siaga darurat di wilayahnya apabila diperlukan.

Upaya mitigasi bencana hidrometeorologi untuk jangka pendek dapat dilakukan dengan penanaman vegetasi, pembersihan saluran air, pembenahan tanggul sungai, penguatan lereng, serta optimalisasi penguatan drainase.

Selain itu, BNPB meminta pemerintah daerah khusunya BPBD untuk selalu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Salah satu edukasi yang dapat diberikan adalah apabila turun hujan dengan durasi lebih dari satu jam dan objek pada jarak pandang 30 meter sudah tidak terlihat, maka masyarakat di daerah lereng tebing dan sepanjang aliran sungai harus dievakuasi sementara.

Sementara untuk mitigasi jangka panjang, Ganip menjelaskan bahwa tata ruang harus sejalan dan sensitif dengan aspek kebencanaan.

"Dalam hal tanah longsor misalnya, pemanfaatan lahan kritis sebagai tempat pemukiman tidak seharusnya dilakukan," ujar Ganip.

Seribu Rumah Warga Sanggau Terendam Banjir

-
Lima kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dilanda banjir. [Foto BPBD Sanggau] 

Banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang menyebabkan 1.000 rumah warga terdampak.

Kawasan terdampak banjir, Desa Kuala Rosan di Kecamatan Meliau, Desa Melungai, Desa Pedalaman, Desa Kawat, Desa Pulau Tayan Utara di Kecamatan Tayan Hilir, Desa Balai Sebut di Kecamatan Jangkang. Desa Inggis, Desa Kedukul, Desa Semuntai di Kecamatan Mukok, dan Desa Penyeladi Hilir, Desa Semerangkai, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kelurahan Beringin, Kelurahan Tanjung Kapuas di Kecamatan Kapuas.

Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya sungai kapuas yang terjadi pada Senin 25 Oktober 2021.

“Berdasarkan laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu 30 Oktober 2021, pukul 12.50 WIB, banjir ini juga mengakibatkan 1.166 KK / 4.112 jiwa terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 10 - 50 sentimeter,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pada Sabtu malam, 30 Oktober 2021.

Menurut Muhari, BPBD Senggau bersama tim gabungan tengah mendirikan posko pengungsian di beberapa titik, namun warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Distribusi logistik juga terus dilakukan bagi warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar.

“Melihat prakiraan cuaca BMKG hingga tiga hari kedepan (1 November 2021) wilayah Kabupaten Senggau berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir. Sementara itu, analisis InaRISK menyebutkan bahwa Kabupaten Senggau merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam menghadapi potensi La Nina yang dapat terjadi pada periode Oktober 2021 sampai dengan Februari 2022, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satunya dengan mengecek ketinggian air di sekitar tempat tinggal apabila terjadi hujan dengan durasi yang cukup lama. Selain itu masyarakat dapat memantau informasi cuaca dan potensi risiko sekitar dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan seperti BMKG dan InaRISK. (Rep-06)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X