• Kamis, 2 Desember 2021

Banjir Bandang Kota Batu dan Malang, 8 Orang Meninggal Dunia

- Jumat, 5 November 2021 | 21:35 WIB

RIENEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan status tanggap darurat dan membentuk klaster pendukung percepatan penanganan pasca banjir bandang di Jawa Timur.

Banjir bandang yang melanda Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis 4 November 2021, menyebabkan delapan orang meninggal dunia.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, tim gabungan dari BPBD Kota Batu, PMI, Basarnas, TNI, Polri dan lintas instansi, Jumat 5 November 2021, menemukan satu korban meninggal dunia.

“Maka jumlah korban meninggal dunia (banjir bandang Kota Batu) sementara menjadi 6 orang,” ujar Muhari, Jumat 5 November 2021.

Baca: Kota Batu Dilanda Banjir Bandang, BPBD Sebut 11 Orang Masih Dicari

Disebutkan korban meninggal dunia dalam peristiwa banjir bandang di Kota Batu, Wiji warga Desa Bulukerto, Sarip warga Desa Bulukerto, Adi Wibowo warga Desa Bulukerto, Wakri warga Desa Tawangargo, Mahendra Feri warga Dusun Gintung dan Alverta Shenazia Arvisa Vindra warga Dusun Gintung.

Sementara dari Kabupaten Malang, korban meninggal pada peristiwa banjir bandang, dua orang.

“Menurut laporan dari BPBD Kabupaten Malang, dua warga meninggal dunia dan saat ini masih dalam tahap identifikasi,” ungkap Muhari.

Baca Juga:

Webinar Pendidikan Karo Usung Tema Guru Cakap Bermedia Digital Hadapi Tantangan Global

Gempa 5,3 Guncang Bosel, Pulau Nias Kembali Dilanda Gempa

Dikatakannya, wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Malang, empat desa di tiga kecamatan. Yakni, Desa Tegalgondo di Kecamatan Karangploso, Desa Sidomulyo di Kecamatan Batu, Desa Tawangargo dan Desa Giripurno di Kecamatan Bumiaji.

Banjir bandang juga menyebabkan satu jembatan rusak berat dan akses jalan terganggu genangan lumpur yang terbawa banjir bandang.

Status Darurat

-
Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan saat memberikan arahan dalam Rakor Penanganan Banjir Bandang di Kantor Walikota Batu, Jumat 5 November 2021. [Foto BNPB]Guna mempercepat penanganan pasca banjir bandang di Kota Batu, Jawa Timur, Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan status tanggap darurat dan membentuk klaster pendukung percepatan penanganan.

"Perlu adanya status darurat bencana, disarankan dua minggu ke depan, kemudian mendirikan posko utama dan membentuk klaster-klaster antara lain klaster pencarian, klaster yang mengurus pengungsi, logistik, dapur umum, psikosial, klaster sarana pra sarana, klaster kesehatan dan klaster pemulihan untuk mengurus terkait pendataan rumah yang rusak," ungkap Lilik dalam Rakor Penanganan Banjir di Kantor Wali Kota Batu, Jumat 5 November 2021.

Rakor dihadiri  Sekretaris Daerah Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, Kasdam V Brawijaya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.

Lilik mengimbau agar pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terkait kemungkinan adanya bencana susulan, mengingat musim hujan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

"Mengantisipasi bahaya susulan, hujan belum berhenti kemungkinan sampai Desember bahkan Januari masih akan turun hujan, harus ada sistem peringatan dini yang dibangun, minimal ada petugas yang memantau keadaan di atas (hulu sungai) untuk kemudian diinformasikan ke posko," pungkasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Agung Sedayu menyatakan mengerahkan tujuh unit alat berat, tujuh unit dump truk, dua unit truk tangka untuk penanganan pasca banjir bandang.

Agung menyebutkan, hingga Jumat siang, BPBD Kota Batu mencatat belasan rumah rusak dan 142 warga mengungsi akibat banjir bandang

"Kerugian tercatat oleh kami ada 17 unit rumah rusak, 28 motor rusak, 4 mobil rusak, 8 hewan ternak hilang dan 142 warga mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman," ujarnya.

Tim gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan kepada korban banjir bandang Kota Batu dengan menyusuri anak sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Sementara itu, tim lainnya fokus dalam pembersihan material lumpur dan puing yang hanyut terbawa aliran banijr bandang dari wilayah hulu di lereng Gunung Arjuno.  (Rep-02)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X