• Kamis, 2 Desember 2021

Dua Orang Meninggal Dunia, Ribuan Warga Terdampak Banjir di Sintang

- Jumat, 5 November 2021 | 22:15 WIB

RIENEWS.COM – Banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sejak dua pekan terakhir menelan korban jiwa.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) menyatakan, dua orang meninggal dan ribuan warga di 12 kecamtan terdampak banjir.

“Berdasarkan laporan Pusdalops BNPB per per 4 November 2021, pukul 18.55 WIB, tercatat dua orang meninggal dunia akibat banjir. Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat,” ungkap Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pada Jumat malam, 5 November 2021.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak dua pekan terakhir, dengan tinggi muka air sekitar 300 sentimeter.

Baca: Tiga Aliran Sungai di Kalbar Meluap, Begini Kondisi 10 Kecamatan di Sintang

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang masih berupaya melakukan pendataan di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun luka-luka lainnya,” kata Muhari.

Menurut Muhari, data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB dari  BPBD Kabupaten Sintang, jumlah warga yang terdampak sebanyak 24.522 KK (87.496 jiwa). Selain itu, sebanyak 21.000 unit rumah, sarana tempat ibadah, dan 5 unit jembatan juga terdampak banjir.

Hingga saat ini,  terdapat 12 kecamatan masih terendam banjir, di antaranya,  Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Binjai Hulu, Kecamatan Sintang, Kecamatan Sepauk, Kecamatan Tempunak, Kecamatan Ketungau Hilir, Kecamatan Dedai, Kecamatan Serawai, Kecamatan Ambalau, Kecamatan Sei Tebelian dan Kecamatan Kelam Permai.

Baca Juga:

Tiket Murah ke Thailand dari Tiket.Com

Banjir Bandang Kota Batu dan Malang, 8 Orang Meninggal Dunia

“Menurut laporan BPBD setempat, saat ini kondisi di jalan lintas provinsi - kabupaten masih tidak bisa dilewati untuk kendaraan disebabkan ruas jalan masih digenangi banjir. Selain itu, akses listrik dan komunikasi dilapangan masih terkendala,” ujar Muhari.

Pemerintah Kabupaten Sintang telah menetapkan status tanggap darurat banjir, pada 19 Oktober hingga 16 November 2021.

Tim BPBD Kabupaten Sintang terus memantau perkembangan di lapangan dan mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan mengamankan anggota keluarga termasuk harta benda. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap aliran listrik dari kabel yang terendam air. Tak lupa juga, protokol kesehatan perlu ditingkatkan guna mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di area tempat permukiman warga.

“Hasil kajian dari InaRISK, Kabupaten Sintang memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Kejadian banjir ini merupakan fenomena berulang apabila tidak ditindaklanjuti dengan pengelolaan risiko secara baik,” imbuh Muhari.

BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah setempat untuk dapat menyiapkan program jangka pendek hingga jangka panjang, seperti pembersihan saluran air hingga tata kelola air wilayah. Hal ini sebagai upaya pencegahan bahaya bencana hidrometeorologi basah, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longor atau angin kencang.

725 Warga Kabupaten Melawi Mengungsi

Sebanyak 725 warga di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mengungsi akibat banjir susulan yang terjadi sejak Oktober lalu.

"Iya, ini banjir susulan dari kejadian Oktober kemarin. Sempat surut tetapi hanya 2 minggu," kata Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Melawi, Syafrudin pada Jumat 5 November 2021.

Ada pun wilayah terdampak banjir meliputi, Desa Tanjung Tengang dan Desa Tanjung Sari di Kecamatan nanga Pinoh, serta Desa Sungai Sampuk dan Desa Lihai di Kecamatan Menukung.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, dari laporan BPBD Kabupaten Melawi, Jumat 5 November 2021, sebanyak 725 warga masih mengungsi akibat kejadian tersebut.

BPBD Kabupaten Melawi telah mendirikan posko-posko pengungsian di beberapa titik bagi warga yang rumahnya terendam. Posko tersebut didirikan di antaranya di Sekolah Dasar Negeri 03, Kantor Desa Natai Gunuk, Kantor Desa Sidomulyo, dan SMP Negeri 02.

Sebagai upaya percepatan penanganan pasca banjir, BPBD Kabupaten Melawi berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan serta mendirikan dapur umum di posko pengungsian.

“Mengantisipasi adanya lonjakan ketinggian mata air, BPBD setempat telah menyiapkan perahu karet apabila diperlukan untuk mengevakuasi warga. BPBD Kabupaten Melawi melaporkan hingga hari ini ketinggian banjir di beberapa ruas jalan masih mencapai satu hingga satu setengah meter. Hal tersebut menyebabkan ruas jalan provinsi masih terputus, khususnya jalan penghubung Kabupaten Melawi dengan Kabupaten Sintang,” ujar Muhari, Jumat sore.

Banjir yang telah terjadi sejak satu bulan lalu itu juga menyebabkan kerugian materil sebanyak 1.945 unit rumah terdampak. Empat rumah dan 1 unit gereja mengalami rusak berat. Selanjutnya 2 unit fasilitas pendidikan terendam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca yang menyatakan wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang hingga Minggu 7 November 2021.

“Menghadapi potensi dampak La Nina yang dapat terjadi hingga Februari 2022 mendatang, BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat dapat secara mandiri memantau peringatan dini dari BMKG maupun melihat potensi bahaya di wilayahnya melalui inaRISK.bnpb.go.id,” kata Muhari. (Rep-06)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X