• Kamis, 2 Desember 2021

Sibolangit Kembali Dilanda Longsor, 1 Orang Tewas, 10 Rumah Tertimbun

- Jumat, 12 November 2021 | 20:34 WIB

RIENEWS.COM – Longsor kembali melanda Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Kamis malam, 11 November 2021, setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, dalam kejadian itu menewaskan satu warga Desa Rumah Kinangkung, Kecamatan Sibolangit.

“Tanah longsor yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi tersebut juga mengakibatkan satu warga luka-luka dan 31 warga lainnya terdampak. Di samping itu, berdasarkan informasi BPBD setempat, longsor disebabkan kondisi tanah yang labil,” ungkap Muhari, Jumat 12 November 2021.

Baca: Tiga Penumpang Xenia Meninggal Tertimpa Longsor di Jalur Tirtanadi Sibolangit

BPBD Kabupaten Deli Serdang, kata Muhari, melaporkan kerugian materil, antara lain 10 unit rumah tertimbun, dua unit rumah rusak ringan, satu fasilitas ibadah dan satu unit fasilitas masyarakat setempat atau jambur terdampak.

“BPBD setempat dan lintas unsur perangkat daerah melakukan kaji cepat dan berkoodinasi dalam upaya penanganan darurat, evakuasi korban jiwa serta pembersihan material longsor,” katanya.

Baca Juga:

Jelang WSBK Mandalika, Kepala BNPB Luncurkan Gerakan Mobil Masker  

Dinas Pariwisata Karo Gelar Pelatihan Bagi Pemandu Wisata Alam Paralayang Tongging

Dinas Sosial Deli Serdang telah menyalurkan bantuan logistik berupa 120 kotak makanan siap saji, 30 kotak makanan anak, 15 buah kasur, 15 buah matras, 5 buah tenda gulung merah serta 15 buah selimut.

Menurut Muhari, berdasarkan kajian inaRISK, Kabupaten Deli Serdang memiliki potensi bahaya bencana tanah longsor pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 9 kecamatan.

“Pantauan prakiraan cuaca tiga harian per 12 sampai 14 November 2021 yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukan Provinsi Sumatra Utara didominasi cuaca berawan, cerah berawan dan hujan ringan,” imbuh Muhari.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat dampak fenomena La Nina dengan mempersiapkan rencana kesiapsiagaan. Perangkat daerah setempat bersama para ahli dapat membuat peringatan dini sederhana terkait potensi pergerakan tanah apabila terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi serta mempersiapkan tempat evakuasi warga yang tinggal di daerah berpotensi terdampak tanah longsor dengan mengedepankan protokol kesehatan. Masyarakat juga dapat memantau potensi bencana di wilayahnya melalui inaRISK dan potensi cuaca melalui laman BMKG. (Rep-06)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ini Data Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Kudus

Rabu, 1 Desember 2021 | 06:55 WIB

Banjir dan Longsor Landa Dua Kecamatan Asahan

Selasa, 30 November 2021 | 10:55 WIB

Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Landa Padarincang Serang

Senin, 29 November 2021 | 14:20 WIB

Sudah Satu Pekan Kota Tanjungbalai Dilanda Banjir

Sabtu, 27 November 2021 | 11:40 WIB

Sei Wampu Meluap, 258 Rumah Terendam Banjir di Langkat

Minggu, 14 November 2021 | 00:16 WIB
X