Bencana Banjir di Jawa Barat Dipolarisasi Penebar Hoaks

oleh -1.080 Kali Dibaca
Print Screen akun Twitter Sutopo Purwo Nugroho.[Foto Rienews.com]

Print Screen akun Twitter Sutopo Purwo Nugroho. [Foto Rienews.com]
RIENEWS.COM – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkap  informasi berita palsu (hoax) tentang korban meninggal pada bencana banjir di Provinsi Jawa Barat.

Melalui akun twitternya @Sutopo_PN, membantah adanya korban meninggal dalam bencana banjir di wilayah Provinsi Jawa Barat, disebar dengan memanfaatkan forum percakapan whatsapp.

“Nama-nama itu adalah korban longsor di Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Semoga yang menyebarkan hoax dibukakan mata hatinya agar menjadi orang yang amanah,” tulis Sutopo di akun twitter miliknya, Sabtu 24 Februari 2018.

KLIK: Brebes Dilanda Banjir, 20.000 Unit Rumah Terendam  

Sejak Rabu 21 Februari 2018 hingga Jumat 23 Februari 2018, sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat dilanda banjir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, banjir melanda wilayah Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, sejak Rabu lalu. Persisnya di Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana.

“Sebanyak 250 KK /987 jiwa mengungsi ke sanak-saudara dan sebagian mengungsi di Balai Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkencana.

Di Kabupaten Bandung, banjir  melanda 7 kecamatan:  Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Majalaya, Paseh, Ibun, dan Solokan Jeruk, Jumat kemarin.

Sedangkan wilayah terdampak longsor adalah Kecamatan Kutawaringin.

“Intensitas hujan yang tinggi selama tiga hari ini telah mengakibatkan terjadinya banjir longsor di Kabupaten Bandung. Dampaknya 9.938 rumah tergenang, 29.814 jiwa terdampak banjir, dan 10 gedung sekolah tergenang,” kata Sutopo, Jumat kemarin.

Arus lalulintas penghubung dari Andir ke Katapang, Dayeuh Kolot ke Banjaran, Dayeuhkolot ke Ciparay dan dari Majalaya ke Rancaekek saat ini lumpuh total, tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 30 hingga 200 centimeter.

Di tempat lain, gerakan tanah atau longsor masih berlangsung di empat kecamatan di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Amblesan dan retakan tanah makin meluas pada Jumat 23 Februari 2018.

“Sebanyak 98 KK (358 jiwa) terancam longsor. Pengungsi tercatat 407 jiwa yang terdapat di tenda pengungsian, rumah saudaranya, dan gedung pertemuan desa,” ungkap Sutopo.

Kecamatan yang terancam longsor, Kecamatan Purwantoro, Desa Sumber, Dusun Sumber, dan Dusun Galih, longsor mengancam 28 KK 88 jiwa. Kecamatan Kismantoro, Desa Gedawung, Dusun Joho, mengancam 50 KK 210 jiwa.

Kecamatan Karang Tengah, Desa Temboro, Dusun Belang, mengancam 6 KK 21 jiwa. Kecamatan Manyaran, Desa Kepuhsari, Dusun Kajuman, terancam 14 KK 39 jiwa.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor. Selama Februari 2018, curah hujan di Jawa akan berintensitas tinggi. Februari 2018 adalah puncak hujan. Kondisi tanah sudah jenuh air sehingga potensi banjir dan longsor meningkat,” imbuh Sutopo. (RED)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *