Derita Malnutrisi dan Anemia, Orangutan Poni dan Pandi Dirawat Intensif

oleh -930 Kali Dibaca
Dua orangutan Sumatera (Pongo abelii), Poni (kiri) dan Pandi (kanan), kini dirawat intensif di Pusat Karatina Orangutan Sumatera (PKOS), Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. [Foto Kolase | Rienews]

RIENEWS.COM – Dua orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang diselamatkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Aceh dan diterima dari warga, kini menjalani karantina dan rehabilitas di Pusat Karatina Orangutan Sumatera (PKOS) Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kedua orangutan itu diterima di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan yang dikelola oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) bersama Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dalam Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP).

Hasil pemeriksaan tim dokter, orangutan Poni (betina) diperkirakan berusia 5 tahun, dan Pandi (jantan) berusia 30 tahun, diterima akhir Agustus lalu, kedua orangutan tersebut menderita gangguan kesehatan.

Dalam siaran pers YEL dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diterima wartawan, Rabu 4 September 2019, dijelaskan, dari hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim medis di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP,  kedua orangutan tersebut mengalami malnutrisi, dehidrasi, cacingan, dan berat badan kurang (kurus).

Terutama orangutan Pandi, yang menderita anemia dan masalah pada tulang persendiannya.

“Kami akan melakukan tes kesehatan lanjutan, khususnya untuk orangutan Pandi. Untuk mengetahui lebih rinci masalah kesehatannya dan juga perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi tubuhnya,” ujar  dokter hewan senior YEL-SOCP,  Yenni Saraswati.

Baca Berita:

Rumah Terbakar, Tetangga Narimin Kumpulkan Uang Tali Asih

Anggota Termuda DPRD Kota Padang Sidimpuan, Feryansyah Tersandung Kasus Narkoba

Pandi dievakuasi oleh Balai KSDA Aceh bersama tim OIC dari hutan yang terfragmentasi oleh perkebunan kelapa sawit di Desa Sepang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam Aceh.

Sementara Poni, diserahkan oleh warga Gampong Kabu, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, kepada Balai KSDA Aceh dan tim penyelamatan orangutan dari Orangutan Information Centre (OIC).

Manager Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan SOCP, Arista Ketaren mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya terbaik proses kesehatan kedua orangutan itu.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk proses karantina dan rehabilitasi orangutan Poni dan Pandi. Dan, mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat atas kerja samanya dalam memberikan informasi dan kesediaannya menyerahkan kedua orangutan tersebut,” kata Arista.

Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara  Hotmauli Sianturi, orangutan jenis satwa liar yang terancam punah dan dilindungi. Dikatakannya, dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pasal 21 ayat (2) huruf (a) jo pasal 40 disebutkan; setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Sanksi pidananya adalah penjara maksimal 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp. 100.000.000.

Hotmauli menyatakan Balai Besar KSDA Sumatera Utara akan memonitor keadaan  Poni dan Pandi selama menjalani rehabilitasi di PKOS Batu Mbelin.

“SOCP akan memberikan laporan secara berkala kepada kami sebagai bahan evaluasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya,” imbuh Hotmauli. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *