• Kamis, 2 Desember 2021

Pasangan Bikers: Touring ke Daerah, Berbagilah Perdamaian dan Kearifan Lokal

- Selasa, 23 November 2021 | 22:17 WIB
Touring Indonesia Harmoni yang dilakukan pasangan bikers Kamaruzaman Bustamam dan Fitri Zulfidar dari Aceh hingga Papua./Instagram @kamaruzzamanbustamamahmad
Touring Indonesia Harmoni yang dilakukan pasangan bikers Kamaruzaman Bustamam dan Fitri Zulfidar dari Aceh hingga Papua./Instagram @kamaruzzamanbustamamahmad

RIENEWSKamaruzzaman Bustamam dan Fitri Zulfidar tengah melintas di Jakarta dalam perjalanan hampir empat bulan keliling Indonesia dari Aceh hingga Papua pada 28 Juli 2021 lalu.

Perjalanan yang dibungkus dengan Kampanye Ride for Peace bertema “Touring Indonesia Harmoni” itu menjalankan program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, AMAN Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

Caranya, tiap kali pasangan suami istri asal Aceh itu singgah di daerah yang dilintasi, mereka menggelar pertemuan informal yang difasilitasi FKPT daerah tersebut. Acara itu mengundang komunitas-komunitas, para stake holder seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda untuk saling bertukar pengalaman.

Mereka menebar perdamaian dengan memperkenalkan kearifan lokal Nusantara di 32 provinsi dengan berboncengan mengendarai motor ber-cc 250.

Pasangan bikers asal Aceh, Kamaruzzaman Bustamam dan Fitri Zulfidar bertemu sahabat di Merauke./Instagram @kamaruzzamanbustamamahmad

“Selama ini kan kalau ngomongin itu (radikalisme, terorisme), di kepala masyarakat kan hanya ada Densus 88. Jadi perlu strategi baru turun ke bawah,” kata Kamaruzzaman yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh saat membagi pengalamannya dalam konferensi pers secara daring dan luring di Jakarta, pada 21 November 2021 lalu.

Baca Juga: Kena Sentil Erick Thohir, Pertamina Sumbagut Minta Pengelola SPBU Gratiskan Toilet

Dalam pertemuan-pertemuan informal itu, Kamaruzzaman dan Fitri merasakan ada persamaan sebagai warga negara. Bahkan ketika blusukan hingga ke pelosok-pelosok daerah, semangat patriotisme dan kebangsaan yang sama juga dirasakan masyarakat bawah yang mereka temui.

“Itu sangat luar biasa. Cerita-cerita itu kami tulis di medsos kami,” imbuh Kamaruzzaman yang tengah menyusun buku tentang misi perjalanannya itu.***

Halaman:

Editor: Soetana Hasby

Tags

Terkini

X