• Kamis, 2 Desember 2021

Pasangan Bikers: Melewati Daerah yang Dianggap Mistis, Berpikirlah Positif

- Rabu, 24 November 2021 | 13:51 WIB
Kamaruzzaman bersama istrinya, Fitri Zulfidar melakukan perjalanan keliling Indonesia, Touring Indonesia Harmoni./Instagram @kamaruzzamanbustamamahmad
Kamaruzzaman bersama istrinya, Fitri Zulfidar melakukan perjalanan keliling Indonesia, Touring Indonesia Harmoni./Instagram @kamaruzzamanbustamamahmad

RIENEWS – Ada saja daerah-daerah yang dianggap mistis yang dilewati pasangan traveler, Kamaruzzaman Bustamam dan Fitri Zulfidar selama empat bulan perjalanan “Touring Indonesia Harmoni”, dengan mengendarai Kawasaki Versys 250.

Mereka menyebutnya pengalaman spiritual.

Ketika masuk ke Sulawesi Tengah, ada Kota Uwentira. Lokasinya di hutan belantara antara Kota Palu dengan Buton, Sulawesi Tengah. Salah satu penandanya adalah tugu bercat kuning di dekat pintu masuk.

“Kota itu dianggap kampung jin, dunia lain,” kata Fitri.

Baca Juga: Pasangan Bikers: Touring ke Daerah, Berbagilah Perdamaian dan Kearifan Lokal

Begitu pun yang mereka temui ketika tiba di Pulau Kalimantan. Mereka berboncengan melewati jalan yang alurnya mirip road coaster, berkelok tajam. Juga berlubang.

“Katanya mistisnya kuat juga di situ,” kata Fitri.

Mereka juga lewat di depan gerbang utama sebuah kampung Dayak. Lantaran sudah tiba waktu Maghrib, mereka putuskan untuk tidak masuk ke sana. Melainkan mencari penginapan untuk bermalam.

“Dan Alhamdulillah, semua lancar. Tidak ada halangan,” kata Fitri.

Pasangan bikers Kamaruzzaman dan Fitri Zulfidar melintasi rute dari Sangatta ke Tanjung Redeb, Berau di Kalimantan Timur./Instagram @kamaruzzamanbustamamahmad

Setidaknya, ketika tiba di daerah-daerah yang dikabarkan punya aura mistis yang tinggi, Fitri dan suaminya berupaya untuk berpikir positif. 

Baca Juga: Pasangan Bikers: Yang Dilakukan Orang Tua Ketika Meninggalkan Anak untuk Traveling

Mereka tak membicarakan selama perjalanan. Lebih memilih menikmatinya sebagai bagian dari perjalanan empat bulan itu.

“Kalau semua dibawa enjoy, enggak ada masalah. Alhamdulillah lancar,” kata Fitri.

Selain itu, Kamaruzzaman menambahkan, rasa aman dan perjalanan lancar dirasakan karena penerimaan hangat dan ramah dari masyarakat di daerah-daerah yang menjadi tempat singgah.

Bahkan ketika tersesat di hutan Kalimantan, mereka beruntung berjumpa warga di sana yang kemudian membantu mencarikan penginapan.

“Itu menunjukkan warga negara Indonesia itu brotherhood,” kata Kamaruzzaman.

Kamaruzzaman dan istrinya, Fitri Zulfidar bersama masyarakat adat di Pantai Malalayang, Kota Monado./Instagram @kamaruzzamanbustamamahmad

Di beberapa daerah, seperti Kendari dan Manado, mereka disambut dengan upacara adat dan tarian adat.

Baca Juga: Pasangan Bikers: Touring Selama Pandemi, Siapkan Budget untuk Swab

Upacara adat maupun tarian daerah di sejumlah tempat dianggap merupakan budaya yang punya nilai sakral. Membuat haru Kamaruzzaman dan istrinya yang tak menyangka mendapat sambutan sebaik itu dari masyarakat di sana.

Salah satu sikap yang harus ditunjukkan oleh para pendatang atau pengunjung, menurut Kamaruzzaman adalah menghormatinya.

“Kalau disambut dengan tradisi adat, jangan becanda. Itu penghormatan kepada leluhur mereka,” kata Kamaruzzaman. ***

Halaman:

Editor: Soetana Hasby

Tags

Terkini

X