Jumlah Hotspot Naik, Warga Pontianak Salat Idul Adha Diselimuti Kabut Asap

oleh -838 Kali Dibaca
Warga mulai mendatangi lokasi salat Ied Idul Adha 1440 H, Minggu 11 Agustus 2019, di Jalan Rahadi Oesman, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Salat Ied Idul Adha yang digelar pukul 07.00 WIB diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Pelaksanaan salat Ied Idul Adha 1440 H yang digelar warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu 11 Agustus 2019, diselimuti kabut asap. Data dan grafik titik panas (hotspot) dalam medio mingguan, 4 Agustus-11 Agustus 2019, di sipongi-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menunjukkan jumlah titik panas di Provinsi Kalimantan Barat dan provinsi lainnya mengalami kenaikan.

Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo menyebutkan, hasil pantauan pagi ini (Minggu) dibanding hari kemarin jumlah hotspot kategori sedang dan tinggi Riau 29 titik (- 97 titik), Jambi 3 titik (+ 1 titik), Sumatera Selatan 19 titik (+ 6 titik),  Bangka Belitung 14 titik (+ 10 titik), Kalimantan Barat 605 titik (+ 72 titik), Kalimantan Tengah 163 titik (+4 titik) , Kalimantan Selatan 14 titik (-27 titik), Kalimantan Timur 20 titik (-3 titik), dan Kalimantan Utara 23 titik (-6 titik).

“Asap terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan tapi tidak ada  transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga Malaysia atau Singapura,” ujar Agus dalam siaran persnya.

Baca Berita Terkait: Karhutla Terdeteksi di Tiga Provinsi Ini

Kondisi cuaca berdasar jarak pandang dan kondisinya antara lain Pekanbaru 5 kilometer (berasap), Jambi 9 km (berawan), Palembang >= (lebih besar atau sama dengan) 10 kilometer (berawan), Pontianak 5 kilometer (berasap), Pangkalan Bun 9 kilometer (berawan), Palangkaraya 5 kilometer (berasap), Sanggu-Buntok 4 kilometer (berasap), Banjarmasin >= 10 kilometer (berawan), dan Tanjung Harapan – Tanjung Selor 5 kilometer (berasap).

Baca Berita:

Malam Takbiran, Gempa 5,1 SR Guncang Yogyakarta

DPR RI Desak Pemerintah Pusat Bangun Jalan Tol Medan-Berastagi

“Sedang kualitas udara berdasar nilai PM10 menunjukkan Pekanbaru 166 (tidak sehat), Pontianak 253 (sangat tidak sehat), Palangkaraya 217 (sangat tidak sehat), dan Sampit 26 (sehat),” ujar Agus.

Wali Kota Pontianak Rusdi Edi Kamtono sebelum melaksanakan salat Ied Idul Adha di Jalan Rahadi Oesman, Kota Pontianak, mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Menurut Edi, kondisi udara Kota Pontianak saat ini sangat tidak baik.

“Warga saya imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, karena kondisi udara kita pagi ini, saat sekarang ini (salat Ied) diselimuti kabut asap yang sudah mencapai 260 (nilai indeks kualitas udara),” kata Edi. (Rep-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *