“Memang benar saya menyewakan rumah sekolah tersebut kepada warga, dengan biaya tidak merata per tahunnya. Ada yang hanya Rp 200.000 hingga Rp 500.000 per tahun. Semua itu demi menutupi gaji ke lima guru honorer yang ada di sekolah,”ujarnya.
Dikatakan Japar, dimana anggaran dana bos dari jumlah murid 112 murid hanya mencapai Rp 90.000.000 per tahun nya, tidak cukup buat membayar guru honorer. “Jika kita ambil dari uang dana bos hanya Rp 300.000 yang sanggup kita upah mereka. Makanya saya menyewakan rumah dinas sekolah yang dikelolah oleh teman saya, dan uangnya saat ini mencapai Rp 5.000.000 an,”katanya.
Gabe Sinulingga salah satu warga dekat SD tersebut menjelaskan, penyewaan rumah sekolah itu semenjak Japar Sinulingga menjabat menjadi Kesek. “Dari dulu sebelum ada giru honorer di sekolah nya itu dia memang menyewakannya. Tidak benar jika harga rumah sekolah yang disewakannya itu bikasar Rp 500.000 paling mahal per tahunnya,”ungkapnya.
Jumlah rumah sekolah yang disewakan Japar Sinulingga ada berkisar delapan pintu. Pengakuan teman selaku penyewa dirinya harus membayar Rp 1,3 juta per tahun.[BAY]






