Korban Banjir Bandang di NTT 128 Orang Meninggal Dunia, 72 Orang Hilang

oleh -86 Kali Dibaca
Kepala BNPB Doni Monardo meninjau lokasi daerah dilanda banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 6 April 2021. [Foto BNPB | Rienews]

RIENEWS.COM – Korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 128 orang. Di Kabupaten Lembata korban meninggal dunia 67 orang, di Kabupaten Flores Timur 49 orang, dan di Kabupaten Alor 12 orang meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menjelaskan, cuaca ekstrem-siklon tropis Seroja masih berpotensi terjadi di Provinsi NTT.

“Siklon tropis ini berdampak di 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor,” kata Raditya dalam siaran persnya, Selasa 6 April 2021.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, Senin 5 April 2021, sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau  2.683 warga lainnya terdampak. Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT.

Baca Juga:

Di Jambore Anak Muda Karo 2021, Wabup Cory Minta Anak Muda Berani Perangi Judi dan Narkoba

Kabupaten Lembata di NTT Juga Dilanda Banjir Bandang, 11 Orang Meninggal Dunia

Pengungsian terbesar diidentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK) , Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

“Total warga meninggal dunia (MD) berjumlah 128 warga meninggal dunia selama cuaca ekstrem berlangsung di beberapa wilayah tersebut, dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. Korban hilang 72 orang; di Kabupaten Alor 28 orang; Flores Timur 23 orang; dan Lembata 21 orang,”kata Raditya.

Bencana cuaca ekstrem juga berdampak pada sejumlah kerugian antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR), sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak.

Penanganan Darurat Banjir Bandang  

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jendral TNI Doni Monardo melakukan peninjauan pasca bencana banjir bandang di Kabupaten Lembata, Flores, Provinsi NTT pada Selasa 6 April 2021.

Kabupaten Lembata termasuk lokasi yang mengalami dampak dengan kategori berat. Kondisi pemukiman yang berada di bawah bukit menjadi salah satu pemicu besarnya dampak yang terjadi. Cuaca ekstrem Siklon Tropis Seroja menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di lokasi tersebut. Akses jalan sempat terputus akibat banyak batu besar dan material yang terbawa saat longsor.

Dalam kunjungannya, Doni berbincang dengan  warga terdampak langsung. Kepala BNPB menegaskan bahwa para warga yang terdampak harus mendapatkan pertolongan secara maksimal.

“Memastikan mereka yang menderita luka ringan atau berat mendapatkan perawatan kesehatan yang maksimal,” kata Doni.

Doni meninjau langsung dapur umum serta kondisi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba.

Penerapan protokol kesehatan dalam penanganan korban juga menjadi perhatian penting untuk bertujuan menekan angka penularan Covid-19.

BNPB sudah mengerahkan tiga helikopter, dua helikopter difungsikan untuk menjangkau distribusi logistik di beberapa desa yang terisolir pasca terputusnya akses diakibatkan longsor, satu helikopter lainnya untuk mengakomodir para warga yang membutuhkan pertolongan darurat terutama kelompok rentan.

Selain itu, helikopter juga mengangkut para tenaga medis yang ditugaskan di posko penanganan darurat.

Dalam penanganan darurat banjir bandang di NTT, BNPB berkoordinasi dengan TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, Gubernur NTT, Bupati Flores Timur, BPBD Flores Timur, dan tim gabungan lainnya untuk segera menambah alat berat guna proses evakuasi terhadap korban yang tertimbun lumpur.

Di samping itu, penyediaan bahan logistik dan non logistik juga sudah terdistribusi di beberapa lokasi terdampak. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, untuk melakukan percepatan penanganan darurat banjir bandang di wilayah NTT dan NTB.

Untuk titik pengungsian di Kabupaten Lembata terdapat tujuh titik yaitu di aula Kantor Lurah Lewoleba Timur, Aula Kantor Lurah Lewoleba Tengah, Aula Kantor Lurah Selandoro, Aula Kantor Lurah Lewoleba Tengah, Aula Kantor Kecamatan Nubatukan, Aula Kantor BKDSDM, Aula Kantor Kecamatan Ile Ape Timur dan SMP Negeri 1 Ile Ape Timur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *