Pemkab Karo Perjuangkan Jalan Tol Medan-Berastagi

oleh -1.202 Kali Dibaca
Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang foro bersama ICK-SU dan peserta diskusi pembangunan jalan tol Medan-Berastagi, Kamis 29 Agustus 2019, di Aula Kantor Bupati Karo. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM –Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tak pupus harapan untuk mewujudkan pembangunan jalan alternatif di wilayah Karo. Hal ini sebagai solusi mengurai kemacetan di jalur lintas dari arah Medan hingga Berastagi, Karo. Dan, juga meningkatkan perekonomian di Kabupaten Karo, serta menopang sukses program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Meski tidak masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur Pemerintahan Pusat, membangun jalan alternatif seperti jalan tol (Medan-Berastagi) atau pun jalan layang (fly over) Medan-Berastagi. Hal itu tak membuat Pemerintah Kabupaten Karo mengubur rencana infrastruktur tersebut.

Dalam diskusi yang digelar di Aula Kantor Bupati Karo, dihadiri Ikatan Cendikiawan Karo-Sumatera Utara (ICK-SU), pejabat Pemkab Karo dan jurnalis, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengungkapkan dirinya telah menyurati sejumlah Pemda tetangga hingga Pemda Aceh Tenggara, Aceh Selatan dan Aceh Tengah.

Ditegaskan Terkelin, Pemkab Karo tetap akan memperjuangkan pembangunan jalan tol Medan–Berastagi.

Simak Berita Terkelin “Palak” Ketahui Sebab Pembangunan Jalan Tol Gagal

“Pemkab Karo sudah melayangkan surat kepada sejumlah kepala daerah tetangga termasuk dari Aceh Tenggara, Aceh Selatan dan Aceh Tengah. Suratnya sudah kita layangkan,” ujar Terkelin dalam forum diskusi, Kamis 29 Agustus 2019.

Diskusi dihadiri Wakil Bupati Cory S. Sebayang, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Plt Kepala Dinas PUPR Paksa Tarigan dan pimpinan OPD Pemkab Karo, dewan pakar dan profesor ICK-SU di antaranya Guru Besar USU Prof. Sukaria Sinulingga, M.Eng., Dr.   Sumbul Sembiring Depari, Prof. Meneth Ginting, dan Prof. Paham Ginting, serta jurnalis di Tanah Karo.

Ketua ICK-SU, Dr. Budi Derita Sinulingga mengemukakan, ditetapkannya kawasan Danau Toba menjadi kawasan strategis pariwisata Nasional, maka Sumatera Utara  berpotensi berkembang cepat dari segi pariwisata.

Baca Berita:

Tragedi Maut di Penampungan Air Hujan Perladangan Terulang

Pertama Kali, Rancangan Masjid Modern UMY Masuk Rekor MURI

“Sayang sekali, program pemerintah tentang infrastruktur seperti yang diatur dalam  Perpres No 117 Tahun 2015 (tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera) hanya menetapkan  akses cepat ke kawasan Selatan Danau Toba yaitu jalan tol dan jalan kereta api ke Parapat, serta Bandara Silangit dan Bandara Sibisa,” katanya.

Sedangkan kawasan Utara Danau Toba sama sekali tidak ada akses cepat. Akses utama ke kawasan Utara Danau Toba yaitu Kabupaten Karo, Dairi, Simalungun, bagian atas  dan Pakpak Bharat, juga akses utama ke wilayah Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Aceh Tengah adalah jalan Medan-Berastagi.

“Karena itulah ICK  selama ini selalu menyuarakan agar pemerintah mengambil langkah-langkah penanggulangannya seperti pembangunan tol atau jembatan layang,” ujar Budi.

Dalam forum diskusi itu, Budi menyatakan kekecewaannya mengetahui bahwa Kementerian PUPR belum mengakomodir usulan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi.

“Sungguh sangat mengecewakan masyarakat Sumatera Utara. Khususnya Ikatan Cendikiawan Karo-Sumatera Utara yang sudah  melewati tahapan kelayakan studi yang dibuat oleh pakar ICK. Pada prinsipnya, ICK tetap berpendapat, mendesaknya pembangunan tol Medan–Berastagi. Target ICK, rencana jalan tol masuk dalam RPJMNAS 2019–2024. Ini sangat penting sekali, agar nantinya tidak menghambat calon investor yang berminat. Jika sekiranya anggaran tersebut belum bisa ditampung di APBN,”  ungkapnya.

Dewan pakar ICK, Prof. Sukaria Sinulingga menyatakan bahwa perlunya Bupati Karo membuka kran komunikasi dengan sejumlah kabupaten tetangga, termasuk kabupaten dari Provinsi Aceh.

“Bupati agar berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah lainnya, agar menyatukan komitmen dan persepsi untuk mengusulkan kepada Komisi V DPR RI dan Kementerian PUPR,” ujar Sukaria.

Mantan Wakil Rektor IV USU (2005 – 2010) tersebut menegaskan,  pemikiran-pemikian ICK telah terangkum dalam buku berjudul  Pembangunan Karo, Perspektif Ikatan Cendekiawan Karo Sumut, yang berisi berbagai pemikiran para cendekiawan.

Dari kalangan jurnalis, Robert Tarigan mengemukakan, pentingnya pembangunan jalan tol Medan–Berastagi untuk meningkatkan daya saing wilayah utara Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

“Seharusnya Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi progresif memperjuangkannya. Gubsu dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah harus kompak menggedor Kementerian PUPR dan juga Presiden Jokowi, karena jalan Medan–Berastagi interkoneksi sebelas kabupaten di Sumut dan Aceh,” beber Robert.

Dia mengungkapkan isi perbincangannya dengan Kepala BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) II Medan Selamat Rasidi Simanjuntak bahwa pembangunan jalan tol membutukan  biaya Rp100 miliar per kilometer. Untuk pembangunan jalan tol Medan-Berastagi dengan empat lajur, ditaksasi membutuhkan anggaran Rp8 triliun hingga Rp10 triliun.

“Bapak Selamet Rasidi Simanjuntak menjelaskan tol Medan–Berastagi bukan ditolak. Tapi, mengingat keterbatasan APBN, maka untuk saat ini belum bisa direalisasikan,” kata Robert mengutip pernyataan Kepala BBPJN II Medan. (Rep-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *